Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengungkap cerita dirinya menjadi korban pemerasan oleh empat orang nan mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sahroni menjelaskan kejadian pemerasan itu terjadi saat dirinya memimpin rapat di DPR pada Senin (6/4) lalu. Di tengah rapat, dia mendapat pesan dari stafnya bahwa salah satu pelaku nan mengaku sebagai Kabiro Penindakan mau bertemu.
"Gua lagi mimpin rapat, emosi gua nggak ada janji sama siapa-siapa. Tapi lantaran staf gua menyampaikan itu via WhatsApp, gua tinggalin ruang rapat, gua samperin itu orang," ujar Sahroni saat dihubungi, Jumat (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun politikus Partai NasDem itu kemudian mengonfirmasi kepada ketua KPK mengenai identitas para pelaku. Pmpinan KPK membantah pihak nan mendatanginya anggota komisi antirasuah.
"Karena ketua KPK, gua mengonfirmasilah ke ketua KPK, apa betul nan berkepentingan orang KPK? Ternyata tidak," ujar dia.
KPK lampau menindaklanjuti laporan Sahroni ke Polda Metro Jaya, nan dilanjutkan dengan laporannya secara pribadi.
Menurut Sahroni, para pelaku meminta duit senilai Rp300 juta nan bakal diserahkan kepada ketua untuk aktivitas KPK. Dia mengaku sempat kaget dengan keberanian para pelaku nan melakukan aksinya.
"Karena gua ada rasa curiga, tapi gua nanya langsung ke KPK. Karena tidak betul akhirnya KPK berkoordinasi dengan Polda Metro gua laporin lah tuh," ujarnya.
Bendahara Umum NasDem itu membantah kasus pemerasan dirinya oleh empat orang pegawai KPK abal-abal mengenai kasus pengurusan perkara.
Sahroni mengaku kaget dengan info nan beredar belakangan dan menyebut pemerasan itu dilakukan mengenai pengurusan perkara. Menurut Sahroni, para pelaku hanya mendatangi dirinya dan meminta duit Rp300 juta dan mengaku untuk aktivitas ketua komisi antitasuah.
"Cuma kan buletin narasinya udah beda-beda tuh seolah-olah ngurus perkara. Siapa ngurus perkara. Tidak ada urus perkara, dia minta duit langsung atas nama ketua KPK," ujarnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya tetap mendalami laporan tentang pengancaman dan pemerasan itu.
Namun, Tim campuran KPK dan Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4) malam menangkap empat orang nan diduga mengaku sebagai pegawai lembaga antirasuah, nan menyatakan dapat mengatur penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di KPK.
"Para terduga pelaku diamankan di wilayah Jakarta Barat. Dalam aktivitas tersebut, tim juga mengamankan peralatan bukti dalam corak duit sejumlah 17.400 dolar Amerika Serikat," ungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Budi menambahkan polisi mendalami laporan lantaran pelaku menerima uang.
"Sudah (diserahkan) Rp 300 juta. Makanya ada pemerasan dan pengancaman itu," kata Budi Hermanto.
(fra/thr/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·