Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam kondisi dunia nan penuh ketidakpastian, Indonesia justru mempunyai kesempatan untuk memenuhi kebutuhan pupuk internasional, termasuk ke pasar Australia sebanyak 250 ribu ton pupuk urea.
Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan bahwa produksi pupuk urea nasional tetap melangkah sesuai rencana tanpa gangguan berfaedah dari sisi energi.
"Jadi kami punya pabrik nan operasi saat ini. Alhamdulillah operasional normal, penambahan pasokan gas ya tidak terinterupsi adanya dinamika dunia ya," katanya dalam Food Summit 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Stabilitas operasional ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk memaksimalkan kapabilitas produksi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya konsentrasi pada kebutuhan domestik, tetapi juga mulai memandang kesempatan pasar luar negeri.
Total produksi urea tahun ini diproyeksikan mencapai nomor signifikan. Perhitungan tersebut sudah mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri secara menyeluruh.
"Kami operasi produksi dan kami estimasikan produksi kami untuk urea itu 7,8 juta (ton)," kata Dwi.
Kebutuhan domestik nan terdiri dari pupuk subsidi dan non-subsidi telah diperhitungkan secara matang. Angkanya tetap berada di bawah total kapabilitas produksi nasional.
Perbedaan antara produksi dan kebutuhan domestik inilah nan kemudian menciptakan kesempatan ekspor. Namun, perusahaan tetap berhati-hati dalam memanfaatkan ruang tersebut.
"Kami sudah menghitung untuk kebutuhan dalam negeri baik subsidi maupun non-subsidi itu sekitar enam koma tiga juta, sehingga tetap ada allowance ya 1,5 juta," sebut Dwi.
Surplus tersebut menjadi modal krusial bagi Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan pangan global. Namun demikian, realisasi ekspor tetap mengikuti sistem nan ketat.
"Memang satu separuh juta ton ini tidak dalam makna kata barangnya ada, ini kan melangkah terus ya ini kami produksi terus ya sampai akhir tahun kumulatif ada allowance ada space satu separuh juta ton," ujarnya.
(fab/fab)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·