Resmikan Pabrik EV di Magelang, Prabowo Singgung Produksi Sedan Listrik 2028

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang pada Kamis (9/4/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Saat sela sambutan pada aktivitas peresmian pabrik kendaraan listrik di Magelang, Presiden Prabowo Subianto menyinggung rencana pengembangan industri kendaraan listrik murni alias battery electric vehicle (BEV) negara.

Selain dalam bentuk bus dan truk berbasis listrik, Prabowo juga menyebut rencana pengembangan kendaraan listrik berjenis sedan. Bahkan sudah menyebut waktu penyelenggaraan produksi mobil tersebut.

"Jadi hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya keahlian untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat krusial dan memang rencana kita, saya berambisi di tahun 2028 kita bakal produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," papar Prabowo di Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Ihwal pengembangan sedan listrik itu terbilang cukup segar, karena proyek BEV nasional nan dikaitkan akhir-akhir ini merujuk pada konsep i2C alias Indigenous Indonesian Car justru purwarupanya berbentuk SUV. Modelnya sempat mejeng di GIIAS 2025.

Mobil konsep i2C di GIIAS 2025. Foto: Shutterstock

"Jadi saya bahagia, ini arah kita. Kita juga sedang corak perusahaan untuk memproduksi sedan dari listrik. Jadi saudara-saudara saya sudah putuskan, bakal kita jalankan program listrifikasi 100 gigawatt," imbuh Prabowo.

Soal akomodasi perakitan milik PT PT VKTR Sakti Industries, Prabowo menilai industrialisasi adalah bagian akhir dari pada suatu kebangkitan teknologi bangsa, nan pada manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.

"Teknologi kudu diolah menjadi industri sehingga berfaedah bagi suatu bangsa. Industri tentunya ada beragam tingkatan, industri dasar, industri menengah, lenyap itu industri nan sangat tinggi dan sebagainya," katanya.

Peresmian pabrik kendaraan listrik tersebut disebutnya sebagai corak kemandirian negara. Prabowo bilang jika negara besar mau disebut merdeka, maka wajib mempunyai kemandirian dalam bagian teknologi dan energi.

"Saya dapat laporan keahlian VKTR bisa produksi 10 ribu bus dari listrik nan kontennya itu TKDN-nya dalam negerinya itu sekarang sudah 40 persen dan dalam waktu sejenak lagi mungkin dua tahun lagi bakal menuju 60 persen. Dua tahun setelah itu bakal menuju 80 persen," tandas Prabowo.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan