Renovasi Besar, Hotel Burj Al Arab Tutup Sementara hingga 18 Bulan

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ilustrasi Hotel Burj Al Arab, Dubai. Foto: Irina Wilhauk/Shutterstock

Hotel mewah Burj Al Arab di Dubai bakal ditutup sementara untuk menjalani pembaharuan besar selama 18 bulan. Penutupan ini menjadi nan pertama sejak hotel ikonik tersebut dibuka pada 1999.

Dilansir New Strait Times, info itu dikonfirmasi seorang staf pada Rabu (16/4) waktu setempat. Renovasi dilakukan di tengah perlambatan sektor pariwisata kawasan, nan disebut terdampak bentrok antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pemilik hotel, Jumeirah, sebelumnya menyatakan pekerjaan pembaharuan bakal dilakukan secara berjenjang selama sekitar 18 bulan dan dipimpin arsitek interior asal Paris, Tristan Auer.

Namun, dalam pernyataan resmi, perusahaan tidak secara rinci menyebut hotel bakal ditutup total selama proses renovasi.

Tamu Dipindahkan ke Hotel Lain

Ilustrasi Hotel Burj Al Arab, Dubai. Foto: Irina Wilhauk/Shutterstock

Menurut sumber staf, pihak hotel menawarkan akomodasi pengganti di hotel sekitar bagi tamu nan sudah mempunyai reservasi selama masa pengerjaan. Meski demikian, masa penutupan tetap dapat berubah sewaktu-waktu.

Hotel berbentuk layar kapal nan menjadi salah satu landmark paling terkenal di Dubai itu sempat mengalami kerusakan ringan pada awal Maret lalu, setelah serpihan hasil pencegatan drone Iran mengenai bagian kebinasaan bangunan.

Meski begitu, pihak hotel menegaskan pembaharuan nan telah lama direncanakan itu tidak berangkaian dengan kejadian tersebut.

Pariwisata Dubai Melambat

Waktu penyelenggaraan pembaharuan ini menjadi sorotan, lantaran berjalan saat sektor wisata Dubai tengah menghadapi tekanan.

Gangguan penerbangan di area United Arab Emirates, serta melemahnya permintaan visitor disebut berakibat pada industri perhotelan mewah dan untung operator wisata.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan