Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menemukan persoalan mengenai status kepemilikan lahan di area Kemayoran, Jakarta Pusat. Masalah ini dinilai menghalang realisasi pembangunan di sana.
Ini disampaikan Rano dalam aktivitas “Bang Doel Sapa Warga” di Kampung Wisata Eduwisata Bhinneka, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/3). Dalam kunjungan itu, Rano mendengar langsung beragam aspirasi penduduk mengenai pembangunan wilayah nan belum terealisasi.
“Tapi tadi setelah saya mengamati, rupanya memang ada persoalan utama nan besar, ialah status tanah di sini. Nah itu insyaallah maka saya bilang ini kudu segera dirataskan,” ujar Rano.
Rano bilang, di Kemayoran terdapat ketidakjelasan status kepemilikan lahan. Ada sebagian lahan nan tetap merupakan milik Pemprov Jakarta, namun ada pula sebagian nan milik Sekretariat Negara (Setneg).
“Kalau sejarahnya kan dulu ini Bandara Kemayoran sebelum pindah ke Cengkareng. Sebagian mungkin milik Pemprov DKI, tapi sebagian memang milik Sekretariat Negara. Nah, itu nan mesti kita tanyakan," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membikin pemerintah wilayah tidak dapat sepenuhnya melakukan intervensi pembangunan, termasuk perbaikan prasarana dasar di lingkungan warga.
“Saya ibaratkan, saya tinggal di Bumi Karang Indah nan jalan nggak bisa diaspal lantaran apa? Perumahan belum nyerahin aset. Jadi nggak bisa diperbaiki, ya itu memang sudah mekanismenya,” jelasnya.
Di sisi lain, Rano juga menyoroti keberadaan rumah susun di area tersebut nan bukan merupakan aset Pemprov DKI Jakarta, melainkan milik Perumnas. Hal itu turut menimbulkan pertanyaan warga, termasuk mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta masa pengelolaan nan disebut bakal berhujung pada 2026.
“Di sini kan nan menjadi unik, di sini ada Rumah Susun. Saya juga agak terkejut kok ada PBB gitu kan? Oh rupanya ini bukan rumah susun DKI tapi ini Perumnas era dulunya,” jelas dia.
Karenanya, Rano mengaku bakal segera membereskan masalah ini. Apalagi, persoalan itu sudah terjadi berlarut-larut.
“Nanti kita bakal coba bantu lah. Karena tadi kan juga didengar sudah nyaris 35 tahun nggak terjawab-jawab gitu kan. Udah insyaallah kelak coba kita tanyalah. Intinya itu,” kata Rano.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·