Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan nilai BBM di Indonesia jauh lebih murah daripada nilai di luar negeri, utamanya di beberapa negara tetangga. Hal ini membuka potensi kebocoran BBM subsidi ke luar negeri secara ilegal.
Purbaya bilang beberapa pihak sudah bertanya langsung kepadanya gimana mencegah perihal itu terjadi. Namun, baginya potensi penyelundupan ke luar negeri nampaknya bakal susah terjadi.
Sebab saat ini pengawalan sudah ketat dilakukan oleh pemerintah, mulai dari kerja sama Satgas PKH dan Angkatan Laut hingga Bea Cukai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan di sini lebih murah dibanding luar negeri, gimana langkah kita mengatasi terlarangan ekspor BBM bersubsidi keluar? Ini kan saya jika saya pikir sih nggak mungkin, sekarang sudah susah. Karena Satgas PKH, ada angkatan laut nan ngawal terus di situ, Bea Cukai juga lebih bagus sekarang dibanding dulu ya," ungkap Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Dia bilang jalur terlarangan tertutup tak mungkin tertutup 100%. Namun sejauh ini pemerintah sudah mempersulit perihal itu bisa terjadi.
Perintahnya jelas, Purbaya bilang semua peralatan selundupan kudu disikat pemerintah. Maka dari itu, potensi penyelundupan BBM subsidi juga bakal diantisipasi secara serius.
"Jadi nggak mungkin ketutup 100%, tapi mereka bakal semakin susah. Karena perintahnya clear, peralatan selundupan sikat. Kira-kira begitu," beber Purbaya.
(acd/acd)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·