Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin, nilai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak hanya bakal tetap sampai akhir 2026, melainkan bakal tak naik sampai tahun-tahun mendatang.
Ia mengatakan, perihal ini lantaran kapabilitas fiskal pemerintah tetap sangat longgar, tanpa kudu mengubah pemisah kondusif defisit APBN nan tertuang dalam UU Keuangan Negara sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB).
"Jadi jika saya bilang saya tetap punya fiscal space, buktinya apa? BBM bumi naik saya enggak ubah apa-apa kan. Harganya minyak bumi juga naik kan?" kata Purbaya dalam agenda Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
"BBM bersubsidi tetap kita jamin, kita subsidi sampai akhir tahun, mungkin sampai tahun-tahun berikutnya. Tapi lantaran anggaran saya setahun, saya bilang setahun," ucap Purbaya.
Purbaya menjelaskan, besarnya kapabilitas fiskal untuk terus menanggung subsidi daya meski nilai minyak mentah bumi tengah tinggi lantaran keahlian negara dalam mengumpulkan penerimaan pajak sudah semakin baik.
Ia mengatakan, dengan reformasi nan telah dia gencarkan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sejak menjadi menteri finansial pada 8 September 2026, penerimaan pajak konsisten tumbuh di atas 30%.
Purbaya pun percaya diri, bisa terus mempertahankan tren pertumbuhan penerimaan perpajakan itu konsisten di kisaran 30% sampai akhir 2026 untuk mengamankan ruang fiskal.
"Dibanding dua bulan pertama tahun lalu, tumbuhnya 30%, Maret ada turun sedikit 20% lantaran Lebaran dan Ramadan kan panjang, tapi itu indikasi awal bahwa kita bisa perbaiki. Saya bakal pertahankan sampai akhir tahun untuk pertumbuhan pajak kita tetap 30%," paparnya.
(arj/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·