Punya Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik, RI Bisa Setop Impor

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis Indonesia bisa mengurangi impor gas. Ini sejalan ditemukannya persediaan gas raksasa 5 triliun kaki kubik (Tcf) dan 300 juta barel kondensat pada sumur Geliga-1 di Blok Ganal, Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim).

Temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal nan dioperasikan raksasanya minyak dan gas (migas) Italia, Eni.

Bahlil menjelaskan, pada 2028, produksi puncak nan bisa dicapai oleh Eni adalah sebesar 2.000 MMSCFD, jauh melesat andaikan dibandingkan dengan produksinya sekarang sekitar 600 hingga 700 MMSCFD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terus ditingkatkan hingga 2030 bakal dikembangkan produksinya menjadi 3.000 MMSCFD.

"lni adalah strategi untuk gimana gas kita, tidak kita lakukan impor dari negara manapun, kita kudu memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan gas ini kita bakal sorong untuk industri hilirisasi," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Dalam temuan tersebut, Bahlil bilang bahwa ada unsur kondensat nan jumbo. Dengan begitu, dia optimistis, dari temuan ini juga bakal mengurangi impor minyak.

"Kedua, ini bakal mengurangi import crude kita dengan penambahan kondensatnya kurang lebih sekitar 90 sampai 150 ribu barel kelak pada tahun 2030," sambungnya.

Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan persediaan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025.

Hasil penemuan ini menegaskan potensi signifikan sistem gas nan berada di cekungan tersebut serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.

Temuan gas di sumur Geliga ini terjadi setelah keputusan investasi akhir alias Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, ialah Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).

Untuk pengembangannya, proyek North Hub bakal menggunakan akomodasi terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru.

Kapasitasnya mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Selain itu, proyek ini juga bakal memanfaatkan akomodasi nan sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Selain Sumur Geliga, Bahlil juga menyampaikan temuan sebelum sumur Geliga, ialah Sumur Gula, nan menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat.

Dari kedua sumur tersebut, perkiraan awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 90.000 bpd kondensat.

Selain berakibat pada peningkatan persediaan migas nasional, temuan gas jumbo di Blok Ganal juga membuka kesempatan percepatan pengembangan prasarana gas terintegrasi.

Eni saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan nan bersinergi dengan proyek North Hub serta akomodasi eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance