Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan lahan sawah nan rusak akibat banjir dan longsor. Fokus rehabilitasi saat ini mencakup wilayah terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya revitalisasi lahan agar kembali produktif serta membantu para petani memulihkan sumber penghidupan mereka. Berdasarkan info Satgas PRR per 13 April 2026, dari total sasaran 42.702 hektare lahan sawah, sebanyak 1.301 hektare telah sukses direhabilitasi, sementara 8.991 hektare lainnya tetap dalam proses penanganan.
Berikut adalah rincian progres rehabilitasi di tiga provinsi tersebut:
Provinsi Aceh: Dari sasaran 31.464 hektare, sebanyak 42 hektare telah pulih.
Sumatera Utara: Dari sasaran 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah pulih.
Sumatera Barat: Menunjukkan capaian signifikan dengan 1.089 hektare kembali produktif dari total sasaran 3.902 hektare.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya soal bentuk lahan, tetapi juga mencakup aspek legalitas tanah penduduk nan terdampak.
Ia menyoroti pentingnya kepastian norma agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Karena BPN ini di bawah Menteri ATR/BPN (Nusron Wahid), mungkin perlu ada petunjuk kepada jejeran agar proaktif bekerja sama dengan Pemda untuk menyelesaikan persoalan tanah, pemisah lahan, sekaligus membantu sertifikat nan hilang,” ujar Tito usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Jakarta.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·