Jakarta -
PT Kaltim Methanol Industri (PT KMI) menorehkan pencapaian strategis di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Green Leadership dalam Penganugerahan PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut merupakan corak pengakuan atas keahlian ketua perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Capaian itu tidak terlepas dari peran Direktur Umum PT KMI, Agus Priyatno, nan dinilai sukses mendorong transformasi perusahaan menuju praktik industri hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah kepemimpinannya, PT KMI melakukan perubahan dalam aspek perilaku dan model upaya agar lebih efisien, bertanggung jawab, serta berorientasi jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Atas upaya tersebut, Agus Priyatno turut meraih penghargaan Green Leadership 2025 dari KLH sebagai corak apresiasi atas kepemimpinan dalam mendorong pengelolaan lingkungan nan berkelanjutan.
"Sebagai satu-satunya perusahaan industri kimia di Indonesia nan mengolah gas alam menjadi methanol, PT KMI telah turut melakukan upaya mengatasi extraordinary turnaround seperti transisi daya melalui penyediaan bahan baku untuk biodiesel, mendukung ketahanan pangan nasional, mengurangi ketimpangan dan mengurangi kemiskinan," ungkap Ketua Tim PROPER, Dwipa Fattamonas nan juga selaku IHSE Deputy Manager, Kamis (9/4/2026).
PT KMI nan berlokasi di Kawasan Industri Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kalimantan Timur, memandang kesempatan untuk memanfaatkan emisi CO₂ nan dihasilkan dari perusahaan di area industri. Perusahaan pun telah menerapkan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menghasilkan methanol dengan intensitas karbon rendah.
Selain itu, PT KMI juga melakukan kajian kepantasan pemanfaatan biomethane sebagai bahan baku produksi biomethanol. Kedua program tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam pemanfaatan daya baru terbarukan serta percepatan transisi menuju daya rendah karbon dan sasaran Net Zero Emission (NZE) di Indonesia.
Program transisi daya nan dijalankan di internal PT KMI turut ditransformasikan ke masyarakat di Kota Bontang melalui penemuan "Kotak Kehidupan" (Kemasan Efisien Hasil Ikan dengan Utilisasi Pendinginan Nitrogen). Program ini menghadirkan solusi bagi nelayan pesisir melalui penyediaan kotak penyimpanan ikan hasil tangkapan.
Dengan memanfaatkan liquid nitrogen dari proses industri nan diolah kembali, PT KMI mengembangkan sistem pembuatan es tanpa listrik. Melalui penemuan ini, nelayan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan lebih lama, meningkatkan pendapatan, sekaligus mengurangi emisi dan berkontribusi dalam menjaga ekosistem pesisir.
"Ke depan, PT KMI bakal terus memperkuat komitmen dalam menghadapi beragam tantangan sekaligus mendukung program pemerintah untuk mewujudkan daya berkelanjutan. Perusahaan juga bakal melanjutkan transformasi menuju industri hijau melalui pengembangan dan optimasi teknologi rendah karbon," ungkap pihak perusahaan.
"Selain itu, PT KMI berkomitmen memperluas kontribusi kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan," imbuhnya.
(prf/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·