Profil Agnes Rahajeng, Wakil Banten yang Jadi Puteri Indonesia 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Usai melangsungkan rangkaian karantina pada 18-23 April 2026, Yayasan Puteri Indonesia berbareng Mustika Ratu menggelar Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center, Jumat (24/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Mahkota Puteri Indonesia 2026 jatuh kepada Agnes Aditya Rahajeng, wakil dari Banten. Agnes memenangi kontes kecantikan ini di Malam Puncak Puteri Indonesia 2026 nan diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Senayan, pada Jumat (24/4) malam.

Kemenangan Agnes pun mencetak sejarah bagi Provinsi Banten di panggung Puteri Indonesia. Sebab, ini adalah mahkota pertama bagi wakil Banten. Agnes sukses unggul dari tiga finalis lainnya di sesi top 4, ialah Victoria Kosasieputri dari Bali, Karina Moudy Widodo dari DKI Jakarta 3, dan Gisela Belicia dari DKI Jakarta 2.

Agnes Rahajeng sukses memikat majelis juri lewat jawaban-jawaban nan tegas dan penuh percaya diri di setiap sesi tanya jawab. Usai diumumkan sebagai pemenang, Agnes pun dimahkotai oleh pendahulunya, Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta Putri.

instagram embed

Selain meraih juara 1, Agnes juga menyabet gelar Baju Tradisional Terbaik Puteri Indonesia 2026. Di sesi penjurian baju tradisional, Agnes mengenakan kostum serba perak, komplit dengan ornamen badak bercula satu nan menjadi inspirasi baju tradisional tersebut.

Lewat kemenangannya ini, Agnes Rahajeng menerima danasiwa pascasarjana program Pembangunan Berkelanjutan dari Universitas Indonesia. Victoria, Karina, dan Gisela juga mendapatkan danasiwa nan sama.

Profil Agnes Rahajeng

Usai melangsungkan rangkaian karantina pada 18-23 April 2026, Yayasan Puteri Indonesia berbareng Mustika Ratu menggelar Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center, Jumat (24/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Agnes Rahajeng lahir pada 13 Januari 2000 di California, Amerika Serikat. Orang tuanya, Christoporus Harno dan Maria Ekawati, berasal dari Blora, Jawa Tengah. Agnes sempat tinggal di California sebelum akhirnya pindah dan tumbuh besar di Bali. Kemudian, selama 10 tahun terakhir, Agnes berbareng keluarganya menetap di Banten.

Ia merupakan adik dari saudari kembar Maria Rahajeng dan Elizabeth Rahajeng, tokoh publik dan influencer ternama. Maria Rahajeng merupakan pemenang Miss Indonesia 2014, kala itu mewakili Sulawesi Barat. Di momen Malam Puncak Puteri Indonesia, Maria Rahajeng berbareng Elizabeth dan kedua orang tua mereka ikut datang mendukung sang adik bungsu.

Perempuan berusia 26 tahun ini merupakan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan. Sebelum meraih mahkota Puteri Indonesia, Agnes aktif sebagai pembuat konten di industri beauty dan fashion. Akun IG miliknya, @agnesrahajeng, telah diikuti oleh 106 ribu pengguna.

instagram embed

Lewat video profil resmi Puteri Indonesia 2026, Agnes mengatakan bahwa pekerjaannya sebagai pembuat konten merupakan jembatan lahirnya kepedulian dan tindakan untuk sosial dan lingkungan.

“Sebagai pembuat konten, saya sadar bahwa bunyi bisa menjadi jembatan. Dari kesadaran, lahir kepedulian; dari kepedulian, lahir aksi. Kita tidak hanya mewarisi dunia, tetapi juga ikut membentuknya dari hal-hal mini setiap harinya,” ujar Agnes.

Bersama kedua kakaknya, Agnes mendirikan social enterprise alias perusahaan sosial berjulukan Rahajeng Closet. Dikutip dari unggahan video di IG Agnes, platform ini mereka dirikan pada 2023. Rahajeng Closet ini, menurut Agnes, terlahir dari kesadaran bakal kehidupan sosial dan lingkungan.

Sebagai perseorangan nan bekerja di industri fashion dan beauty, Agnes, Maria, dan Elizabeth menerima terlalu banyak produk nan tidak bisa mereka gunakan. Akhirnya, barang-barang baru tersebut—bersama dengan peralatan jejak layak pakai—mereka jual lewat platform Rahajeng Closet, baik dalam corak live shopping maupun garage sale.

instagram embed

Agnes mengatakan, untung dari penjualan peralatan di Rahajeng Closet disalurkan kepada beragam yayasan nan memerlukan support dana. Contohnya adalah Yayasan Pundi Asa (yayasan support norma untuk korban kekerasan dan TPPO), Happy Hearts Indonesia, Yayasan Pelita Jiwa, Yayasan Sayap Ibu Banten, panti asuhan, hingga shelter hewan.

“Bagian terfavorit kami, lewat organisasi ini, kita bisa membantu 100 siswa buat terus bersekolah. Bagi saya, ini lebih dari sekadar proyek. Rahajeng Project adalah langkah kami untuk membagikan rezeki kami kepada banyak orang,” tegas Agnes.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan