Pramono Ingatkan Disiplin di Depan BUMD: 2 Kali Telat, Tak Boleh Ikut Rapat

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat BUMD Leaders Forum di area Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bakal melarang pejabat alias pegawai untuk mengikuti rapat jika berulang kali datang terlambat.

Hal itu disampaikan Pram sebagai upaya membangun budaya kerja alias corporate culture yang efektif di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Dan saya sederhana saja, jika ada nan terlambat saya lihatin sekali dua kali, lenyap itu saya peringatkan besok jangan masuk lagi rapat,” ujar Pramono saat BUMD Leader Forums di area Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4).

Pramono menekankan kedisiplinan waktu merupakan bagian krusial dalam membentuk budaya kerja nan baik.

Ia mencontohkan perubahan nan terjadi di Balai Kota DKI Jakarta, nan menurutnya sekarang jauh lebih tepat waktu dibanding sebelumnya.

“Persis seperti di Balai Kota. Saya enggak percaya dulu Balai Kota itu on time. Sekarang enggak pernah rapat Balai Kota (telat) lebih dari 5 menit lantaran apa, Gubernurnya selalu datangnya lebih awal,” katanya.

Ia juga mengaku tidak segan menyampaikan teguran secara terbuka, apalagi dalam forum resmi seperti rapat paripurna, sebagai corak ketegasan dalam membangun disiplin kerja.

Ilustrasi PNS. Foto: Shutterstock

“Dan saya sampaikan secara terbuka, apalagi di rapat paripurna,” katanya.

Selain disiplin waktu, Pramono menyoroti pentingnya komunikasi nan terbuka dan transparan. Menurutnya, komunikasi nan baik bakal mempermudah penyelesaian masalah dalam organisasi.

“Salah satu kata kuncinya gimana kita bisa berkomunikasi baik di antara Saudara-saudara sekalian. Karena begitu komunikasinya melangkah dengan baik, terbuka, transparan, jika ada persoalan maka dengan mudah dikonsultasikan agar diambil keputusan,” jelasnya.

Ia berambisi pola komunikasi tersebut dapat menjadi kebiasaan nan membentuk budaya kerja di setiap perangkat daerah.

“Kalau itu sudah terbiasa, saya percaya ini bakal menjadi budaya kerja atau corporate culture di masing-masing perusahaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyinggung kebijakan penggunaan transportasi umum setiap hari Rabu bagi ASN Jakarta.

Ia mengakui tetap ada nan belum patuh, namun dirinya menyatakan selalu konsisten menjalankan patokan tersebut.

“Saya sampai hari ini, minta maaf, boleh ditanya Kepala Biro KDH saya, enggak pernah melanggar. Saya selalu memanfaatkan transportasi umum, bukan apa-apa, bukan mau mau dilihat orang, bukan, tetapi ini membangun budaya kerja nan ada di perusahaan,” tuturnya.

Pramono kembali menekankan pentingnya kesamaan pola pikir dan tujuan dalam bekerja, terutama di tengah kondisi nan menurutnya sedang tidak baik.

“Sehingga dengan demikian Saudara-saudara sekalian, nan paling utama saya pengin banget komunikasi di antara Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian dalam perihal pekerjaan itu kudu terjalin dengan baik agar gelombang langkah berpikirnya sama, agar keinginannya sama,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan