Asap mengepul dari area pegunungan saat kebakaran rimba melanda Kota Otsuchi, Prefektur Iwate, Jepang timur laut, Kamis (23/4/2026). Lebih dari 1.800 penduduk di wilayah utara diperintahkan mengungsi sejak Rabu sebagai langkah antisipasi demi melindungi keselamatan di area terdampak. (Mandatory credit Kyodo/via REUTERS)
Sebanyak 700 rumah tangga di Kota Otsuchi, Prefektur Iwate, diminta meninggalkan tempat tinggal mereka setelah api melalap lebih dari 150 hektar hutan. Kebakaran tersebut juga dilaporkan merusak sedikitnya tujuh gedung di area pedesaan. (Tangkapan Layar Video Reuters/NIPPON TV/JAPAN)
Sekretaris Kabinet Utama Jepang, Minoru Kihara pada Kamis menyatakan bahwa upaya pemadaman dan pemindahan terus dilakukan guna mencegah api meluas ke area permukiman nan lebih padat. (Tangkapan Layar Video Reuters/NIPPON TV/JAPAN)
Kebakaran rimba ini mengingatkan pada kejadian besar nan terjadi di wilayah nan sama tahun lalu. (Tangkapan Layar Video Reuters/NIPPON TV/JAPAN)
Saat itu, Prefektur Iwate mengalami salah satu kebakaran rimba terbesar dalam beberapa dasawarsa terakhir, nan menghanguskan nyaris 3.000 hektar lahan dan memaksa lebih dari 4.000 orang mengungsi. (Tangkapan Layar Video Reuters/NIPPON TV/JAPAN)
Pada kejadian tahun lalu, seorang laki-laki nan diduga secara tidak sengaja memicu kebakaran dilaporkan tewas. Namun, untuk kejadian tahun ini, pemerintah memastikan belum ada laporan korban jiwa sejauh ini. (Tangkapan Layar Video Reuters/NIPPON TV/JAPAN)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·