Polisi Selidiki Dugaan Penyekapan-Eksploitasi Anak di Kasus PRT Loncat di Benhil

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan saat rilis kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap anak dibawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Darryl Ramadhan/Antara Foto

Polisi tengah menyelidiki dugaan penyekapan, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) hingga pemanfaatan anak, pada kasus 2 pekerja rumah tangga (PRT) nan melompat dari lantai 4 sebuah kos di area Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Penanganannya tetap berjalan. Penyidik tetap mendalami dugaan tindak pidana nan ada, dengan pasal nan diterapkan antara lain mengenai penyekapan, TPPO, dan pemanfaatan terhadap anak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, saat dikonfirmasi kumparan, Senin (27/4).

Dalam proses penyelidikan, polisi telah melakukan sejumlah langkah awal, di antaranya mengamankan rekaman CCTV di letak kejadian, melakukan visum terhadap korban, hingga autopsi terhadap korban nan meninggal dunia.

“Dilakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi-saksi lainnya termasuk juga korban nan selamat,” katanya.

video from internal kumparan
Tampak gedung indekos TKP dua PRT nan melompat dari lantai 4 di area Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengatakan kedua PRT berinisial R (30) dan D (18) diduga loncat dari lantai 4 karena mau kabur lantaran merasa tidak betah.

“Kalau untuk info sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Roby, Kamis (23/4).

Roby mengatakan rasa tidak nyaman tersebut lantaran tidak nyaman dengan perilaku sang majikan. Namun kebenaran info ini tetap diselidiki oleh polisi.

“Ada saksi nan lain nan ngomongin bahwa mereka itu enggak nyaman lantaran majikannya sadis gitu katanya,” ucap Roby.

Sementara itu, R sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan secara mendalam. Kemudian D meninggal bumi begitu dilarikan ke rumah sakit.

Dua PRT Belum Lama Bekerja

Titik jatuh dua PRT nan melompat dari lantai 4 sebuah indekos di area Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Kedua PRT tersebut diketahui baru bekerja di kos tersebut. R baru bekerja selama seminggu, sementara D baru bekerja selama 3 bulan.

Berdasarkan keterangan penduduk sekitar, ketika R dan D ditemui tergeletak usai melompat, ditemui sejumlah tas di sekitarnya. Di dalamnya didapati sejumlah pakaian, tapi tidak ditemukan ponsel maupun kartu identitas mereka.

“Bawa tas, pakaian, sepatu. Gak bawa sepatu. Gak tau dia gak pake sepatu alias apa, tapi sepatu di dalam tas,” ujar seorang saksi saat ditemui kumparan, Jumat (24/4).

Adapun rumah kos tempat mereka bekerja merupakan gedung empat lantai. Lantai atas diperuntukkan majikan dan PRT. Dari lantai empat ini lah, kedua PRT melompat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan