Perusahaan Sawit Astra Cuan Gede Imbas Dolar AS-Harga CPO Naik

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta -

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) buka-bukaan akibat dinamika geopolitik terhadap industri kelapa sawit. Dalam perihal ini, perseroan menghadapi tantangan pada nilai crude palm oil (CPO).

Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Djap Tet Fa, menjelaskan nilai CPO bergerak imbas perubahan dari mata duit asing dan geopolitik global. Sepanjang tahun 2025, nilai CPO CIF Rotterdam diketahui naik menjadi US$ 1.222 per ton dari US$ 1.084 per ton pada 2024.

"Perseroan menghadapi beragam tantangan struktural dan dinamika ekonomi nan mempengaruhi industri kelapa sawit, di antaranya adalah pergerakan nilai minyak nabati naik. Fluktuasi nilai tukar mata duit asing, geopolitik, serta dinamika ekonomi dunia nan mempengaruhi semuanya," jelasnya dalam konvensi persnya di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurutnya, kondisi ini juga mempunyai akibat positif terhadap keahlian perseroan. Mengingat krisis daya mendorong mengambil daya bersih, salah satunya dari minyak nabati.

Ia menjelaskan, aspek supply dan demand dunia ini menjadi katalis utama nan mendorong pergerakan nilai dan produksi minyak kelapa sawit beberapa tahun terakhir. Kemudian sepanjang tahun 2025, nilai CPO naik seiring meningkatnya permintaan dunia termasuk dorongan kebijakan mandatori biodisel domestik.

"Hal itu pun berakibat positif terhadap peningkatan nilai jual CPO terhadap perseroan nan naik 11,1% dari Rp 12.883 per kilogram pada tahun 2025 menjadi Rp 14.316 per kilogram pada tahun 2025," jelasnya.

AALI sendiri mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 31% menjadi Rp 28,7 triliun sepanjang tahun 2025. Perseroan juga mencatat peningkatan produksi CPO sebesar 6% yoy menjadi 1,2 juta ton.

Sementara untuk produksi kernel tumbuh sebesar 8% yoy menjadi 252 ribu ton. Adapun volume penjualan CPO dan turunannya naik 13% menjadi 1,8 juta ton.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance