Pertama Kali, Orangutan Sumatera Terekam Pakai Jembatan buat Nyebrang Jalan Raya

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Seekor orangutan sumatra pakai jembatan buatan untuk menyebrangi jalan umum. Foto: YouTube/Sumtran Orangutan Society

Seekor orangutan sumatera (Pongo abelii) untuk pertama kalinya terekam menggunakan jembatan buatan buat menyeberangi jalan raya. Temuan ini menjadi berita krusial bagi upaya pelestarian, lantaran menunjukkan solusi sederhana dapat membantu mencegah populasi satwa langka terpecah akibat fragmentasi hutan.

Rekaman tersebut diambil oleh organisasi asal Inggris, Sumatran Orangutan Society (SOS), berbareng mitranya di Indonesia, Tangguh Hutan Khatulistiwa (TaHuKah). Dalam video, seekor orangutan jantan muda terlihat dengan hati-hati memanjat jembatan tali dan menyeberang di atas jalan.

Sebelumnya, primata lain seperti siamang dan lutung memang sudah diketahui menggunakan jembatan serupa. Namun, ini menjadi pertama kalinya orangutan sumatera melakukan perihal tersebut.

“Selama dua tahun kami menunggu momen ini. Melihat orangutan muda ini menyeberang dengan percaya diri adalah tonggak krusial dalam konservasi,” ujar Helen Buckland dari SOS, dikutip IFL Science.

Ia menambahkan, temuan ini membuktikan bahwa lanskap rimba nan terfragmentasi tetap bisa disambung kembali dengan pendekatan sederhana seperti jembatan kanopi.

video youtube embed

Jembatan tersebut dipasang di atas jalan Lagan-Pagindar di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Jalan ini menghubungkan masyarakat terpencil dengan akomodasi krusial seperti sekolah dan rumah sakit, serta telah ditingkatkan pada 2023.

Namun di sisi lain, keberadaan jalan tersebut menciptakan penghalang nan membagi sekitar 350 populasi orangutan sumatera menjadi dua golongan terpisah. Fragmentasi ini berisiko menyebabkan perkawinan sedarah (inbreeding) nan dapat melemahkan kelangsungan hidup mereka.

Pada 2024, TaHuKah membangun lima jembatan kanopi dengan kreasi berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan beragam spesies. Setiap jembatan hanya memerlukan sekitar 200 meter tali dan dapat dipasang dalam waktu 4 hingga 5 hari. Selain itu, dipasang juga kamera jebak untuk memantau satwa nan memanfaatkannya.

Awalnya, kamera merekam tupai dan tupai raksasa hitam menggunakan jembatan tersebut. Kemudian disusul oleh beragam primata seperti monyet ekor panjang, lutung sumatera, dan siamang. Kini, orangutan pun ikut memanfaatkannya.

Orangutan sumatera merupakan jenis kunci dalam ekosistem hutan. Populasinya diperkirakan kurang dari 14.000 perseorangan di alam liar. Satwa ini menghabiskan lebih dari 90 persen waktunya di kanopi rimba dan dijuluki sebagai penjaga rimba lantaran perannya dalam menyebarkan biji dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Melihat orangutan menggunakan jembatan ini menjadi angan besar bagi upaya konservasi. Penemuan ini menjadi bukti bahwa solusi sederhana dapat membawa akibat besar dalam menjaga kelestarian satwa langka dan habitatnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan