Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menjaga porsi investasi terhadap produk domestik bruto (PDB) di atas 30% sepanjang tahun ini, demi mengejar sasaran pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2026.
"Target kita investasi itu 30% alias lebih dari PDB," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konvensi pers realisasi investasi kuartal I-2026, Kamis (23/4/2026).
Meski begitu, sebetulnya sejak kuartal IV-2024 maupun kuartal IV-2025, porsi investasi alias pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan PDB sudah sedikit di atas 30%. Hanya saja, memang pada kuartal I-2025 porsinya sempat turun sedikit sebesar 28,03%.
Pemerintah menganggap, untuk menjaga besaran porsi investasi terhadap PDB itu, telah banyak instrumen pendukung nan tercipta, salah satunya adalah dengan keberadaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Selain itu, sepanjang kuartal I-2026, pertumbuhan investasi asing alias PMS juga tetap terjadi sebesar 8,5% dengan nilai Rp 250 triliun, sedangkan investasi dalam negeri alias PMDN tumbuh 6% secara tahunan menjadi Rp 248,8 triliun.
"Pemerintah optimis sasaran itu bisa dicapai. Apalagi World Bank dan IMF mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,2% minimal. Jadi sejalan dengan sasaran pemerintah 5,4%," tegasnya.
Airlangga mengatakan, dengan semakin besarnya berat PMTB dalam kalkulasi PDB, pemerintah juga telah mempunyai sasaran proyek nan bakal dijadikan jagoan untuk mendorong derasnya investasi lansgung di dalam negeri.
Proyek nan bakal didorong untuk diinvestasikan oleh para penanammodal adalah diversifikasi sektor daya baru dan terbarukan. Terutama lantaran perang di Timur Tengah sekarang telah mengganggu pasokan daya konvensional, seperti minyak mentah.
"Jadi paling sigap EBT berbasis solar panel, di mana sasaran 100 gigawatt menjadi salah satu jagoan pertumbuhan. Karena nan 100 gigawatt produksi dalam negeri tercapai 5,93 gigawatt dan tahap pertamanya itu adalah di 3T ialah sekitar 13,5 gigawatt," kata Airlangga.
'Jadi itu adalah pengungkit investasi on top daripada nan sekarnag diinvestasikan baik dari dalam dan luar negeri," tegasnya.
(arj/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·