Pemerintah perkuat sistem pengawasan MBG 3B cegah keracunan.
, LEBAK, – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna mencegah keracunan pangan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji saat kunjungan ke Lebak, Banten, Kamis.
Langkah ini dilakukan menyusul kejadian keamanan pangan di Demak, Jawa Tengah, nan menyebabkan beberapa penerima program mengalami gangguan kesehatan. "Penanganan korban (ibu mengandung dan balita) sudah dilakukan. Sistem pengawasan juga terus diperketat, termasuk respons sigap terhadap kejadian," kata Wihaji.
Pemerintah juga bertindak tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan melanggar standar operasional prosedur (SOP). "Kalau terbukti melanggar, maka bakal ada penutupan sementara akomodasi pengedaran jika ditemukan masalah. Oleh lantaran itu, pemerintah terus mengendalikan kualitas makanan dengan lebih ketat," ucapnya.
Wihaji menambahkan, kasus kematian seorang balita sebelumnya bukan disebabkan oleh makanan MBG, melainkan lantaran kondisi kesehatan nan sudah ada. "Program MBG 3B merupakan program prioritas nasional nan berfokus pada peningkatan gizi golongan rentan, dengan pendekatan kolaboratif dan perhatian unik pada wilayah serta organisasi nan belum terjangkau," jelasnya.
Kemendukbangga/BKKBN juga telah mengerahkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) nan berjumlah sekitar 597.287 tim di seluruh Indonesia, dengan salah satu tugas mendistribusikan program MBG 3B. TPK mendapatkan insentif sebesar Rp1.000 per ompreng nan dibagikan kepada penerima manfaat.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·