Satgas PRR rehabilitasi ribuan hektare sawah terdampak bencana.
, JAKARTA, – Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mempercepat rehabilitasi lahan sawah nan rusak akibat musibah hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini bermaksud menjaga keberlanjutan pasokan beras dan mempercepat pemulihan kehidupan petani.
Pemerintah menerapkan skema revitalisasi lahan dengan perlindungan agar lahan tidak beranjak fungsi, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pendataan dan inventarisasi telah dilakukan untuk memastikan luas lahan produktif tetap terjaga.
“Proteksi lahan pertanian menjadi konsentrasi pemerintah. Tidak boleh ada alih kegunaan lahan, dan ini sudah diatur dalam undang-undang,” kata Amran di penyimpanan Bulog, Karawang, Kamis (23/4).
Selain revitalisasi lahan, pemerintah memberikan support berupa bibit dan bibit unggul untuk memastikan petani bisa segera kembali menanam. Total dari 42.702 hektare sawah nan menjadi sasaran rehabilitasi, 2.045 hektare telah direhabilitasi dan 12.126 hektare tetap dalam proses.
Data Rehabilitasi Sawah
Di Aceh, dari 31.464 hektare nan menjadi sasaran, 116 hektare selesai direhabilitasi. Di Sumut, dari 7.336 hektare, sebanyak 224 hektare selesai. Di Sumbar, dari 3.902 hektare, 1.705 hektare telah rampung direhabilitasi.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya penguatan aspek legalitas lahan melalui pemutakhiran info pertanahan. Langkah ini memastikan lahan nan kembali produktif mempunyai kepastian hukum.
“Pemerintah wilayah diminta berkoordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN setempat untuk pendataan ulang lahan warga. Jika ada kendala, pemerintah pusat bakal turun tangan,” ujar Tito.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·