
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (Foto: Okezone)
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti kejadian baku tembak di Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, nan menewaskan 12 penduduk sipil. Ia meminta pemerintah untuk membentuk tim investigasi nan terdiri dari pemerintah daerah, pusat, serta abdi negara penegak norma untuk mengusut kejadian tersebut.
“Harus ada tim nan betul-betul turun ke lapangan untuk memastikan apa nan sesungguhnya terjadi. Ini krusial agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, tetapi juga tidak memojokkan lembaga TNI tanpa dasar nan jelas,” kata Hasanuddin, Senin (20/4/2026).
Hasanuddin menegaskan, pemerintah perlu segera mengambil langkah investigasi nan objektif disertai penegakan norma andaikan ditemukan pelanggaran. Di sisi lain, dia menyebut negara juga wajib datang memberikan pendampingan kepada family korban.
“Penegakan norma kudu berjalan, tetapi perhatian kepada korban dan keluarganya juga tidak boleh diabaikan. Negara kudu datang memberikan perlindungan dan pendampingan,” tegasnya.
Hasanuddin menyatakan, Komisi I DPR RI mempunyai peran krusial untuk memastikan akuntabilitas operasi di lapangan, termasuk terhadap Satgas Habema.
Satgas Habema sendiri merupakan Komando Operasi Gabungan TNI nan dibentuk untuk meningkatkan efektivitas penanganan konflik, keamanan, dan pelayanan kemanusiaan di Papua. Satuan ini berfokus pada pendekatan humanis sekaligus penindakan terukur terhadap golongan OPM, serta menyinergikan pola operasi TNI-Polri.
“Parlemen bakal menjalankan kegunaan pengawasan dengan meminta keterangan dari Panglima TNI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kemenko Polhukam dan Komnas HAM, guna memastikan proses melangkah transparan dan adil,” ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·