Musisi Rully Irawan Tuangkan Makna Rumah dan Keluarga Lewat Single Markisa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Penyanyi, Rully Irawan, bersiap merilis karya musik terbarunya berjudul Markisa. Foto: Dok. WaraMusika Publicist

Musisi sekaligus visual artist dan graphic designer, Rully Irawan, merilis karya musik terbaru berjudul Markisa. Karya ini lahir dari perjalanan personalnya sebagai ayah, perantau, dan perseorangan nan tengah mencari makna rumah di negeri orang.

Karya ini menjadi refleksi dari fase hidup nan dia jalani dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari masa tertahan di Belanda akibat pandemi COVID-19 hingga akhirnya menetap di Copenhagen, Denmark.

Rully Irawan menjelaskan, perubahan besar dalam hidupnya bermulai ketika dia menghadapi transisi dari perseorangan nan bebas berekspresi menjadi seorang ayah dengan tanggung jawab penuh.

Penyanyi, Rully Irawan, bersiap merilis karya musik terbarunya berjudul Markisa. Foto: Dok. WaraMusika Publicist

Tanpa kehadiran family di sekitarnya, Rully menjalani hari-hari sebagai stay-at-home dad saat itu, sembari mempelajari bahasa Denmark dan mencari arah baru dalam karier.

Rutinitas nan berfokus pada family perlahan membuatnya menjauh dari musik, medium nan sebelumnya begitu dekat dengan dirinya. Hampir lima tahun lamanya dia tidak bergesekan dengan perangkat musik. Namun di tengah keseharian tersebut, dorongan untuk kembali bermusik muncul secara perlahan, melalui melodi dan “suara-suara” nan kembali datang dalam benaknya.

Momen sederhana di rumah menjadi titik balik. Satu hari, dia memetik gitar di rumahnya dan sang putri, Flora, merasa terganggu bakal perihal itu.

video youtube embed

Akan tetapi, bunyi gitar itu justru menjadi jembatan komunikasi baru antara keduanya. Dari situ, muncul kemauan Rully menciptakan karya nan bisa menjadi "bahasa" antara ayah dan anak.

Rully juga memperkenalkan konsep RAUN di karya ini, sebuah istilah nan mempunyai makna personal. Di Copenhagen, RAUN dia temukan sebagai nama seseorang, sementara di kampung halamannya di Riau, kata tersebut merupakan penyesuaian dari “to go around” nan berfaedah berjalan-jalan alias berkeliling.

Bagi Rully, RAUN menjadi simbol perjalanan, baik secara bentuk maupun emosional, dalam mencari makna rumah, identitas, dan kedamaian.

“Inspirasi lain dalam karya ini datang dari hal-hal mini nan dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti buah kesukaan anak saya, markisa,” ungkap Rully dalam keterangan tertulisnya.

Berbeda dari karya sebelumnya nan lahir di tengah keterbatasan saat lockdown 2020, rilisan terbaru ini datang dari fase nan lebih tenang. Rully menulis bukan lagi dari rasa getir, melainkan dari penerimaan dan kedamaian setelah melalui beragam perubahan hidup.

Karya ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan kreatifnya, nan sekarang lebih terbuka terhadap kerjasama dan koneksi. Lagu Markisa pun secara unik dia dedikasikan untuk putrinya.

“Dipilihnya bahasa Indonesia dalam lirik menjadi upaya untuk menjaga hubungan budaya dan emosional, agar suatu hari kelak anak saya dapat memahami ‘bahasa bapaknya’ secara utuh,” tutur Rully.

Melalui karya ini, Rully Irawan membujuk pendengar untuk ikut “raun”, menjelajahi makna rumah, keluarga, dan diri sendiri dalam perjalanan nan sederhana, namun penuh makna.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan