Jakarta, CNN Indonesia --
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR bakal memanggil personil Komisi III DPR RI Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi pada Selasa (14/4) buntut pernyataannya soal keterlibatan ustadz dalam peredaran narkoba di Madura.
"Iya betul (dipanggil), pernyataan waktu rapat dengan BNN, nan katanya ulama, pesantren di Madura, ada narkobanya di pesantren. Kurang lebih seperti itu," kata Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam saat dihubungi, Senin (13/4).
Ia mengatakan MKD bakal meminta keterangan karena pernyataan Aboe itu telah ramai dan viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Habib Aboe itu sebelumnya disampaikan saat rapat Komisi III dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 7 April lalu.
Dalam rapat, dia menegaskan pentingnya sinergi antara BNN, Polri, dan Pemerintah Daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam memerangi narkoba.
Menurutnya, tanpa kolaborasi, upaya memerangi narkoba bakal sulit. Ia lampau mencontohkan situasi di Madura, Jawa Timur.
"Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ustadz sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek betul tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit," kata Habib Aboe.
Ia cemas perihal itu terjadi lantaran ada keterlibatan pebisnis-pebisnis besar.
"Nah, saya cemas nan bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya cemas nan bermain ya nan punya posisi-posisi, Pak, lantaran ini alias pebisnis-pebisnis besar," ujarnya.
(yoa/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·