Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan 15 penduduk sipil tewas akibat tindakan baku tembak antara abdi negara dengan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (14/4).
"Sebanyak 15 orang meninggal bumi (dalam) serangan di Kembru tersebut," kata Pigai saat bertemu pers di instansi Kementerian HAM, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pigai mengatakan, info jumlah penduduk nan tewas itu dihimpun dari beragam pihak dari mulai pemerintah daerah, warga, hingga korban luka akibat baku tembak tersebut.
Tidak hanya korban meninggal dunia, Kementerian HAM juga mencatat ada tujuh orang nan mengalami luka-luka akibat peristiwa baku tembak tersebut.
Pigai melanjutkan, peristiwa ini telah menjadi atensi Kementerian HAM lantaran menyantap korban masyarakat sipil.
Karenanya, Kementerian HAM berupaya mendorong agar kasus ini dapat diungkap sehingga masyarakat bisa mengetahui siapa pelaku penembakan dan apa motifnya.
Salah satu upaya nan dilakukan Pigai dan Kementerian HAM ialah mengambil alih penanganan kasus ini. Langkah ini dilakukan Pigai agar pemerintah bisa menelusuri kasus ini dengan transparan dan adil.
Dengan demikian, hasil penelusuran kasus nan dilakukan Kementerian HAM dapat diungkap kepada masyarakat.
"Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek info kebenaran info itu jauh lebih bagus," jelas Pigai.
Menurut Pigai, masyarakat setempat semestinya sudah mengetahui siapa pelaku penembakan lantaran peristiwa tersebut terjadi antara pagi dan siang hari.
Karenanya, Pigai meminta pihak nan merasa menjadi pelaku untuk mengaku dan menjalani proses norma demi terciptanya keadilan di Papua.
"Peristiwa itu terjadi siang hari pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka nan menjadi korban tahu, mereka nan ada di masyarakat letak tempat juga sudah tahu. Ya sekarang silakan, jangan sembunyikan, kudu dibuka." kata Pigai.
(antara/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·