Ade Armando dan Permadi Arya Dipolisikan Buntut Video JK

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ade Armando dan Permadi Arya dilaporkan ke Polda Metro Jaya mengenai dugaan penghasutan dan provokasi buntut potongan pidato Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat berceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu.

Laporan itu dilayangkan Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) dan teregister dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

"Kami mendatangi Polda Metro Jaya dalam rangka membikin laporan polisi tentang dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi nan diduga dilakukan oleh kerabat Ade Armando dan Permadi Arya melalui media sosial," kata perwakilan APAM sekaligus pelapor Paman Nurlette kepada wartawan, Senin (20/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurlette menyebut potongan pidato JK nan diunggah Ade di kanal Youtube Cokro TV dan Permadi di akun Facebooknya telah menimbulkan kegaduhan serta keonaran di ruang publik.

Hal itu, kata dia, memicu munculnya pandangan negatif, rasa kebencian dan permusuhan.

"Saya haqqul yaqin bahwa jika video itu diposting dalam keadaan nan utuh, tidak dipotong-potong seperti nan kita lihat sekarang, maka masyarakat tidak bakal terkontaminasi, masyarakat tidak bakal ikut terprovokasi dengan video semacam itu," ujarnya.

Atas dasar itu, Nurlette melaporkan Ade dan Permadi mengenai dugaan pelanggaran Pasal 48 Juncto Pasal 32 UU ITE dan alias Pasal 243 KUHP.

Dalam laporan itu, pelapor turut menyertakan sejumlah peralatan bukti. Antara lain, video utuh pidato JK, potongan video nan diunggah Ade di kanal Youtube Coktro TV hingga potongan video nan diunggah Permadi di akun Facebook.

Lebih lanjut, Nurlette menegaskan laporan nan dilayangkannya ini tidak mengatasnamakan Jusuf Kalla, melainkan inisiatif APAM.

"Bukan dari Bapak Jusuf Kalla kami memandang adanya mens rea dari potongan video tersebut sehingga membikin laporan," katanya.

Sebelumnya, JK menyatakan apa nan disampaikannya dalam pidato di UGM bukan merupakan penistaan agama. Kata dia, ceramahnya di UGM digelar saat Ramadan tahun ini dan saat itu diminta menyampaikan pidato dengan tema perdamaian.

"Acara di UGM itu, aktivitas pidato bulan puasa seperti dilakukan di mana-mana di masjid. Saya diundang, datang, lantaran temanya adalah perdamaian. Perdamaian. Jadi khususnya temanya tentang langkah-langkah ke perdamaian," kata JK di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

JK pun mengaku menjelaskan soal apa itu perdamaian dan konflik. Ia juga menjelaskan bentrok di bumi dan di Indonesia. Ia kemudian menyinggung bentrok di Poso dan Ambon.

Ia mengatakan saat itu bentrok di dua wilayah itu berlarut dan tidak ada nan bisa mendamaikan. JK pun saat itu memutuskan untuk turun tangan penyelesaian konflik.

JK menyebut bentrok di dua wilayah itu terjadi lantaran masyarakat berpikir tengah bertempur untuk agama. Ada dugaan di antara masyarakat di wilayah itu siapapun nan meninggal dianggap syahid alias menjadi martir.

Ia menggunakan kata syahid lantaran tengah berada di masjid.

"Dia pikir ini perang agama. Siapa nan meninggal bakal syahid untuk Islam. Kristen menamainya martir. Tapi sebenarnya saya berada di masjid dan tidak mengerti martir. nan saya katakan ya lantaran nyaris sama, syahid dan martir nyaris sama. Cuma bedanya caranya," kata JK.

"Kalau syahid semua sama, meninggal lantaran memihak agama. Itu syahid. Martir juga begitu, membela, meninggal lantaran memihak agama. Jadi hanya istilah saja," imbuh dia.

Ia menekankan apa nan disampaikannya bukan tentang dogma dan ideologi agama. Menurutnya, tidak ada aliran di antara kedua kepercayaan untuk saling membunuh.

"Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama, tidak. Tentang kenapa mereka saling membunuh? Kenapa mereka saling membunuh? Ada enggak Islam dan Kristen? Tidak ada. Jadi mereka semua melanggar aliran agama," katanya.

(dis/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional