Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengupayakan agar harga kedelai tak mengalami kenaikan terlalu tinggi. Ia berencana memanggil para importir kedelai agar nilai pangan tersebut tidak melejit.
Amran menegaskan stabilitas nilai pangan, termasuk kedelai di pasaran kudu tetap terjaga.
“Nanti kami kumpulkan teman-teman importir jangan terlalu meningkatkan nilai tinggi. Tapi nan terpenting bahan pokok kita nan paling vital beras posisi sangat aman, sangat aman. Kemudian kita menghadapi El Nino,” kata Amran di Istana Negara, dikutip pada Rabu (8/4).
“Kedelai kelak kita minta kepada importir untuk tidak meningkatkan nilai tidak terlalu tinggi. Mari kita jaga stabilitas nilai pangan dan kita ada empati, peduli saudara-saudara kita,” tambahnya.
Meski begitu, Amran mengaku belum mengetahui tentang penyebab nilai kedelai nan dikabarkan naik. “Nanti kami cek detailnya, lantaran baru pulang dari luar daerah,” ujar Amran.
Terlepas dari kedelai, Amran memastikan pasokan pangan lainnya aman. Ia mencontohkan stok beras nan diperkirakan mencapai 5 juta ton pada bulan ini. Sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam 11 bulan ke depan, di tengah ancaman adanya El Nino.
“Kemudian antisipasi ada El Nino Gozila ialah kering 6 bulan, stok kita 5 juta ton kelak bulan ini, kemudian di Horeka, hotel rumah dan restoran itu 12,5 juta ton, standing crop tanaman sekarang siap panen 11 juta ton, total 28 juta ton. Itu jika 28 juta ton itu cukup untuk 10,7 bulan, 11 bulan ke depan,” tutur Amran.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·