Menkeu buka ruang perbincangan langsung pengusaha AS dengan Kemenkeu.
, JAKARTA, – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka ruang perbincangan langsung dengan pengusaha Amerika Serikat (AS) di Washington D.C. Acara nan berjalan pada Senin (20/4) ini bermaksud membahas kerjasama teknis antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan sektor swasta AS, dalam rangka mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
Acara Joint Roundtable, nan diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce, dihadiri oleh perwakilan perusahaan terkemuka dari sektor keuangan, teknologi, energi, dan kesehatan. Menkeu Purbaya memaparkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, serta strategi kebijakan fiskal untuk menghadapi dinamika geopolitik.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperdalam pasar keuangan, mendorong digitalisasi pembayaran, dan memperkuat ketahanan finansial. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong transformasi struktural menuju negara berpendapatan tinggi.
Strategi Menghadapi Ketidakpastian Global
Purbaya menekankan pentingnya reformasi konsisten, pengelolaan fiskal nan hati-hati, dan penguatan investasi untuk menghadapi ketidakpastian dunia serta memastikan pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan. Dalam pertemuan G20 1st Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting, dia juga menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan reformasi izin dan memperkuat tata kelola pemerintahan.
Di tengah krisis daya akibat perang, Purbaya menyebut ketahanan Indonesia saat ini adalah hasil dari reformasi struktural nan dilakukan sebelum krisis. Konflik di Timur Tengah menjadi pengingat bahwa efisiensi proses dan perizinan adalah kunci ketahanan energi. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) untuk menangani halangan bumi upaya merupakan salah satu reformasi krusial nan dilakukan Indonesia.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·