Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) buka bunyi soal ramainya wacana ‘war tiket’ haji saat rapat kerja berbareng Komisi VIII DPR, Selasa (14/4).
Dia mengaku menjadi pihak nan paling bertanggung jawab atas polemik ‘war tiket’ haji ini.
“Yang sempat rame ini, saya akui 'war tiket', 'war tiket' ini memang wacana nan sedang kita telaah di Kementerian Haji dan jika kita ditanya siapa nan bertanggung jawab, sayalah orang nan pertama melontarkan istilah 'war tiket' ini,” ucap Gus Irfan.
Dalam rapat itu, para personil meminta Kemenhaj agar tak terlebih dulu membahas soal itu dan lebih konsentrasi menyukseskan penyelenggaraan haji 2026 terlebih dahulu.
Gus Irfan sepakat dan bakal menutup sementara pembahasan wacana itu sampai Haji 2026 selesai.
“Kalau itu dianggap sebagai terlalu prematur, ya bakal kita tutup dulu sampai hari ini, sembari kita menyelesaikan haji kita nan sudah di depan mata,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, wacana itu bukan berfaedah jemaah bakal berkompetisi paling sigap mengakses sistem. Namun, kebijakannya itu nantinya bakal menilai kesiapan jemaah secara istitha’ah. nan dinilai siap, berangkat duluan.
Menurutnya, nantinya ‘war tiket’ haji diberlakukan untuk mengisi kuota tambahan dari Saudi di tahun-tahun mendatang. Jadi, tidak bakal mengganggu antrean nan sudah berjalan selama ini.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·