Lebih lanjut, Mendagri mengungkapkan bahwa dinamika dunia saat ini berakibat langsung terhadap masyarakat, khususnya di sektor pangan dan energi. Kepala wilayah perlu mewaspadai gejolak tersebut dengan menggelar rapat secara rutin serta memperkuat koordinasi.
"Nah, oleh lantaran itulah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu kepala daerah, betul-betul jaga ini. Betul-betul jaga tim pengendali inflasi wilayah itu, betul-betul pegang, kendalikan langsung," imbuhnya.
Guna memaksimalkan upaya tersebut, kepala wilayah dapat bekerja-sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan demikian, potensi kenaikan nilai kebutuhan pokok dapat dideteksi lebih awal serta potensi gejolak di masyarakat dapat dicegah.
Di sisi lain, dalam forum tersebut, Mendagri juga membujuk kepala wilayah untuk menangkap program kerja prioritas nasional. Program tersebut meliputi sektor kedaulatan pangan, kemandirian daya dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, ketahanan bencana, serta ekonomi kerakyatan dan desa.
"Ini program ini rekan-rekan kudu tangkap, lantaran jika enggak tangkap, rugi. Karena anggaran nan digunakan besar untuk setiap program ini," tandas Mendagri.
Turut datang dalam aktivitas tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, para wali kota Komisariat Wilayah I APEKSI, serta pihak mengenai lainnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·