Mendagri Instruksikan Kepala Daerah Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi di Tengah Krisis Global

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Liputan6.com, Banda Aceh- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengimbau jejeran kepala wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi inflasi dan akibat krisis global nan dapat memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, terutama golongan berpenghasilan rendah.

Mendagri menegaskan bahwa biaya hidup merupakan rumor nan menjadi perhatian utama masyarakat saat ini.

“Lebih dari 60 persen masyarakat kita sangat peduli pada biaya hidup, khususnya makanan. Hal ini tidak bisa ditunda,” ujarnya saat menjadi pembicara utama dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Menurut Mendagri, inflasi sekarang bukan sekadar rumor makro, melainkan masalah nyata nan dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari. Kenaikan nilai pangan, energi, dan logistik berpotensi menimbulkan tekanan sosial nan cepat. Ia juga mengingatkan akibat akibat ekstrem jika inflasi tidak dikendalikan.

“Jika sampai meledak, biayanya sangat mahal. Bisa menimbulkan kerusuhan dan kerusakan akomodasi publik. Membangunnya kembali memerlukan waktu lama, sementara kerusakan terjadi dalam sekejap,” tegasnya.

Mendagri juga menyoroti dinamika dunia nan tetap penuh tantangan, mulai dari bentrok Rusia–Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah nan melibatkan sejumlah negara besar. Menurutnya, perkembangan tersebut turut memengaruhi nilai daya global, nan berakibat pada beragam sektor.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan nilai minyak dapat memicu pengaruh berantai terhadap biaya transportasi, distribusi, dan nilai barang. Oleh lantaran itu, peran aktif pemerintah wilayah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nilai di daerah.

“Jangan autopilot. Jangan tunggu sampai masalah meledak,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita