Menanggapi Teror Pinjol lewat Ambulans sampai Damkar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi debt collector pinjaman online menelepon nasabah. Foto: Yan luca/Shutterstock

Kasus debt collector (DC) pinjaman online nan diduga menjebak ambulans, petugas pemadam kebakaran, hingga jasa sedot WC di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus berkembang. Polisi sekarang menelusuri nomor telepon nan digunakan pelaku.

Modusnya sederhana namun mengganggu jasa publik: membikin laporan darurat tiruan agar petugas datang ke rumah debitur. Kreatif, licik, dan sangat menyusahkan. Paket lengkap.

Polisi Telusuri Nomor Pelaku

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan Satreskrim Polresta Sleman telah meminta keterangan dari pengemudi ambulans dan petugas Damkarmat nan menjadi korban.

"Petugas dari Satreskrim Polresta Sleman telah meminta info dari Rekan Driver Ambulans serta Damkarmat. Saat ini petugas tengah melaksanakan proses pengecekan berasas nomor penelepon nan telah didapatkan petugas," kata Ihsan, Jumat (24/4).

Kapolresta Sleman Kombes Pol Adhitya Panji Anom menyebut nomor telepon nan digunakan pelaku terdeteksi berada di wilayah Sumatera Utara.

"Saat ini, kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap nomor telepon nan digunakan pelaku, nan terdeteksi berada di wilayah Sumatera Utara," kata Adhitya.

Untuk sementara, belum ada pihak nan diamankan.

video from internal kumparan

Bermula dari Laporan Darurat Palsu

Kasus ini bermulai pada Rabu (22/4), ketika ambulans dan Damkar Kabupaten Sleman diminta datang ke sebuah rumah indekos di area Caturtunggal, Depok, Sleman.

Ambulans diminta menjemput pasien nan disebut sakit dan kudu dibawa ke rumah sakit. Namun setelah tiba di lokasi, orang nan dimaksud rupanya sudah pindah sejak tiga tahun lalu.

Sementara itu, petugas damkar menerima laporan permintaan pemindahan ular. Setelah datang, laporan tersebut juga terbukti palsu.

"Dari hasil penyelidikan awal, betul terdapat laporan masuk ke call center Damkar mengenai permintaan pemindahan ular. Namun, setelah petugas datang ke lokasi, diketahui bahwa laporan tersebut tidak betul alias fiktif," kata Adhitya.

Petugas Damkar Kota Semarang saat diprank DC pinjol untuk menagih hutang. Foto: Dok. Istimewa

Pelaku Ngaku Debt Collector

Setelah curiga, petugas menghubungi kembali nomor pelapor. Dalam percakapan telepon, penelepon mengaku sebagai debt collector pinjol.

Pelaku apalagi tetap meminta ambulans dan damkar membantu menagih utang kepada penunggu rumah nan didatangi.

Polisi menduga jasa darurat dipakai sebagai perangkat tekanan terhadap debitur.

Jasa Sedot WC Juga Dikerjai

Modus tersebut rupanya tidak berakhir pada ambulans dan damkar. Penghuni rumah berinisial Y mengungkap jasa sedot WC juga datang ke alamat nan sama pada hari nan sama.

"Sedot WC. Itu setelah dua itu (damkar dan ambulans). Di hari nan sama," kata Y.

Menurut Y, tukang sedot WC mengaku sudah beberapa kali mengalami kejadian serupa.

"Tukang sedot WC-nya juga bilang sudah nan ketiga kali ditipu seperti ini," katanya.

Y mengaku terkejut lantaran tidak pernah meminta jasa apa pun.

"Tidak tahu menahu, tiba-tiba pada datang," ujarnya.

Petugas Damkar Semarang saat melaporkan DC ke Polrestabes Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Damkar Semarang Resmi Lapor Polisi

Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Kota Semarang. Damkar menerima laporan tiruan soal kebakaran warung nasi goreng, nan belakangan diketahui mengenai penagihan utang.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebut kasus itu telah resmi dilaporkan ke Polrestabes Semarang.

"Hari ini sudah kami laporkan DC pinjol nan kemarin membikin laporan tiruan ke Polrestabes Semarang," kata Tantri.

Menurut hasil penelusuran awal, nomor pelaku diduga berada di wilayah Sleman.

"Dugaannya di wilayah Sleman," katanya.

video from internal kumparan

Anggota DPR Minta Pelaku Dipidana

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menilai modus tersebut sangat rawan lantaran mengganggu jasa darurat dan membahayakan masyarakat.

“Debt collector tersebut kudu dipidanakan lantaran telah membahayakan nyawa banyak orang,” kata Abdullah.

Ia menegaskan penyalahgunaan ambulans dan damkar bisa menghalang penanganan keadaan darurat nan sesungguhnya.

“Artinya, debt collector tersebut telah bermain-main dengan keselamatan dan nyawa masyarakat,” ujarnya.

Polisi Imbau Warga Hati-hati Pinjol

Polda DIY mengimbau masyarakat berhati-hati saat meminjam duit melalui pinjaman online dan memastikan perusahaan terdaftar resmi di OJK.

Jika mengalami kejadian serupa, masyarakat diminta segera melapor melalui jasa 110.

Karena ketika ambulans, damkar, dan sedot WC dipakai perangkat teror utang, kita sedang memandang sungguh rendahnya standar logika sehat sebagian orang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan