Konglomerat Arab Saudi Borong Mayoritas Saham Klub Al-Hilal Senilai Rp 6,41 T

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Tim sepak bola Arab Saudi, Al-Hilal. Foto: AFP

Miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal bersiap mengambil alih saham kebanyakan klub sepak bola Al Hilal dari Public Investment Fund alias PIF.

PIF merupakan lembaga investasi raksasa nan mengelola dan menginvestasikan kekayaan negara Arab Saudi di dalam maupun luar negeri.

Mengutip Bloomberg, langkah ini menandai tahapan baru dalam upaya privatisasi liga lokal nan sedang digalakkan oleh pemerintah kerajaan tersebut.

Kesepakatan tersebut menilai Al Hilal sebesar 1,4 miliar riyal alias setara dengan USD 373,2 juta. Nilai ini setara Rp 6,41 triliun (kurs Rp 17.188 per dolar AS).

"Perusahaan milik pangeran, Kingdom Holding Co, bakal mempunyai 70 persen saham klub setelah mendapatkan persetujuan regulasi, sementara PIF bakal tetap menjadi pemegang saham minoritas," tulis laporan Bloomberg, dikutip kumparan, Jumat (17/4).

Gubernur PIF, Yasir Al Rumayyan, menyatakan investasi biaya kekayaan negara tersebut pada klub klub lokal telah mencapai sasaran nan ditentukan.

Strategi investasi baru dari lembaga nan mengelola biaya sebesar USD 1 triliun ini bermaksud memperkuat nilai komersial sektor olahraga domestik.

"Investasi PIF di klub olahraga telah memenuhi target, mendorong pendapatan komersial, pendapatan hari pertandingan, ritel, serta sponsor," ujar Al Rumayyan setelah memaparkan rencana investasi terbaru lembaga tersebut.

Pangeran Mohammed bin Salman. Foto: Nathan Howard/REUTERS

Dana kekayaan negara nan diketuai oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman ini merupakan bagian krusial dari rencana diversifikasi ekonomi Arab Saudi agar tidak lagi berjuntai pada minyak.

Strategi tersebut mencakup upaya mendatangkan talenta internasional ternama seperti Cristiano Ronaldo guna meningkatkan daya tarik dunia Liga Arab Saudi.

Al Rumayyan juga menyinggung soal struktur pendanaan klub untuk menjawab rumor mengenai kesenjangan anggaran di antara tim-tim besar. Ia menegaskan bahwa setiap klub di bawah naungan PIF mendapatkan perlakuan nan sama dalam perihal alokasi biaya pokok.

"Empat klub milik PIF menerima pengedaran nan sama, meskipun beberapa mendapatkan faedah dari bantuan tambahan dari personil kehormatan," tutur Al Rumayyan.

Di bawah program privatisasi ini, Arab Saudi mulai membuka pintu bagi masuknya modal asing sebagai persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Akuisisi asing pertama terhadap tim lokal sudah terjadi pada Juli lampau saat Harburg Group membeli Al Kholood FC, meskipun nilai kesepakatannya tidak dipublikasikan kepada publik.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan