Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyebut, ada sekitar 1.600 koper jemaah haji dari total 20 ribuan koper nan belum sampai ke Kanwil Kemenhaj.
Hal itu Gus Irfan sampaikan dalam rapat kerja berbareng Komisi VIII DPR, Rabu (8/4). Menurutnya, ada hambatan dalam pengiriman.
“Pada pengedaran koper, progres secara umum relatif stabil dengan tingkat penyelesaian sekitar 58% dari total kebutuhan pada maskapai Saudia Airlines,” ucap Gus Irfan.
“Dan ini difokuskan pada kloter-kloter pemberangkatan awal. Namun terdapat hambatan signifikan khususnya pada pengiriman oleh Garuda Indonesia di mana dari 20.617 koper nan telah dikirim maskapai, baru 1.653 koper nan terkonfirmasi diterima oleh Kanwil. Ini memang nomor nan sangat-sangat kurang,” tambahnya.
Menurut Gus Irfan, pihak Garuda sudah menjanjikan agar seluruh koper sampai pada 16 April mendatang.
“Karena itu kemarin kita minta pihak Garuda untuk segera memastikan koper-koper bisa diterima dalam waktu nan singkat. Mereka menjanjikan maksimal tanggal 16. Maksimal. Tentu diusahakan sebelum itu sudah bisa diterima oleh calon jemaah,” tuturnya.
Masalah ini menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid. Menurutnya, keterlambatan koper itu itu membikin jemaah gelisah.
“Dan juga nan akhir-akhir ini Pak Menteri, masyarakat alias jemaah ini sudah resah berangkat dan tidak, ya. Habis begitu, kopernya sampai sekarang belum sampai. Jadi menambah kegelisahan para jemaah,” ucap Wachid.
Ia pun mempertimbangkan untuk Komisi VIII memanggil pihak vendor koper tersebut.
“Itu koper 20.000 baru ada 1.600. Saya cek Jawa Tengah itu baru dikirim dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan. nan ke timur sama selatan belum,” tutur Wachid.
“Ya, ini kami minta vendornya siapa. Kalau perlu vendornya kita panggil. Ya, lantaran ini menimbulkan kegelisahan,” tambahnya.
1.440 Jemaah Haji Khusus Batal Berangkat
Dalam rapat itu, Menhaj Irfan mengungkap sebanyak 1.440 jemaah haji unik mengusulkan pembatalan.
“Di sisi lain, proses pengembalian saldo setoran Bipih unik serta proses pembatalan haji unik juga terus berjalan. Per 2 April 2026, total pengembalian saldo setoran Bipih unik mencapai 15.070 jemaah dengan nilai 120.560.000 US dolar,” tutur Irfan.
“Adapun total pembatalan haji unik per 7 April 2026 tercatat 1.440 jemaah dengan nilai 7.976.000 US dolar, terdiri atas 1.296 jemaah nan sudah diproses ke BPKH dan 144 jemaah tetap dalam tahap verifikasi,” tambahnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·