KitKat Luncurkan Fitur untuk Lacak 12 Ton Cokelat yang Dicuri

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
KitKat jenis Valentine Foto: dok. Nurvita Indarini/ kumparan

Akhir bulan lalu, publik dikejutkan dengan berita hilangnya 12 ton cokelat KitKat. Dalam pengumuman resminya, manajemen menjelaskan bahwa cokelat-cokelat tersebut dicuri saat dalam perjalanan dari pabrik di Italia bagian tengah menuju Polandia dan produk itu rencananya bakal didistribusikan ke beragam negara di Eropa.

Kabar ini sempat dianggap sebagai lelucon, mengingat waktunya berdekatan dengan April Mop, momen ketika banyak orang membagikan candaan alias hoaks ringan. Namun, KitKat langsung menegaskan bahwa kejadian tersebut betul-betul terjadi dan bukan sekadar gimmick.

“Terima kasih atas perhatian Anda terhadap kasus hilangnya KitKat. Namun sebagai klarifikasi, ini bukan tindakan sensasi alias lelucon April Mop. Seseorang betul-betul telah mencuri 12 ton KitKat, dan kami betul-betul mau mengetahui ke mana perginya produk tersebut,” tulis manajemen dalam unggahan di media sosialnya.

Tak hanya memberi klarifikasi, perusahaan juga membujuk publik untuk ikut membantu menemukan lebih dari 400 ribu batang cokelat nan hilang. Untuk itu, mereka meluncurkan fitur berjulukan Stolen KitKat Tracker.

instagram embed

“Karena itu, kami telah membikin fitur Stolen KitKat Tracker nan memungkinkan Anda untuk mengecek apakah KitKat nan Anda miliki berasal dari batch nan hilang. Bantu kami menemukannya,” lanjut mereka.

Dalam fitur tersebut, tertulis bahwa sebanyak 413.793 batang KitKat telah dicuri. Masyarakat diminta untuk memasukkan nomor batch delapan digit nan tertera di bagian belakang bungkusan untuk mengetahui apakah produk nan mereka miliki termasuk dalam daftar tersebut.

Juru bicara KitKat pun sempat menyampaikan pernyataan mengenai kejadian ini. “Kami selalu mendorong orang untuk ‘have a break’ dengan KitKat, tetapi tampaknya para pencuri menafsirkan pesan itu terlalu harfiah dan ‘mengambil jeda’ dengan lebih dari 12 ton cokelat kami,” ujarnya seperti dikutip dari TIME, Kamis (9/4).

instagram embed

Lebih lanjut, pihak perusahaan menyebut bahwa publikasi kasus ini juga bermaksud untuk meningkatkan kesadaran terhadap maraknya pencurian kargo nan sekarang menjadi masalah serius di beragam sektor bisnis. Meski begitu, mereka memastikan bahwa tidak ada akibat terhadap keselamatan konsumen dan pasokan produk tetap aman.

Tangkapan layar untuk fitur Stolen KitKat Tracker.

Perusahaan induk KitKat, Nestlé, menyampaikan bahwa hingga sekarang truk beserta seluruh muatannya tetap belum ditemukan dan proses penyelidikan tetap terus berlangsung. KitKat juga bekerja sama dengan otoritas setempat serta mitra rantai pasok untuk mengusut kasus ini.

Mereka menduga, cokelat nan dicuri kemungkinan bakal masuk ke jalur penjualan tidak resmi di pasar Eropa. Karena itu, kehadiran Stolen KitKat Tracker diharapkan dapat membantu melacak peredaran produk tersebut di masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan