Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, mendorong perlindungan wanita dan anak dari kekerasan.
Penegasan tersebut disampaikan Tri saat menghadiri jumpa kader PKK Kabupaten Belu berbareng Ibu Ketum TP PKK dalam rangka aktivitas “Sosialisasi Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak dari Tindakan Kekerasan Fisik dan Verbal dan Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Hasil Minyak Kemiri” di Gedung Wanita Betelalenok, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (16/4).
Tri menyampaikan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) umumnya dilakukan oleh pihak nan superior, dalam perihal ini laki-laki alias kepala rumah tangga.
Sementara pelecehan seksual terhadap wanita dan anak banyak dilakukan oleh pihak nan merasa superior. Oleh lantaran itu, pencegahan KDRT serta pelecehan seksual, baik verbal maupun fisik, sangat diperlukan.
“Angka kekerasan dalam rumah tangga ataupun pelecehan terhadap wanita dan pemanfaatan terhadap anak ini luar biasa. Ini tidak hanya terjadi di sini, seluruh bumi ada tentang gangguan seperti ini. Tapi kita berdiri di lingkungan kita, ini juga kudu bersama-sama [mencegahnya],” katanya.
Dalam konteks tersebut, Tri mendorong orang tua mendidik anak laki-laki agar tidak merasa superior. Menurutnya, anak laki-laki mempunyai kewenangan dan tanggungjawab nan sama di mata norma serta tidak diajarkan untuk merasa lebih.
“Anak laki-laki kita juga sama sebetulnya dengan anak wanita kita. Harus dididik sama,” tambahnya.
Selain itu, anak wanita tidak boleh ditekan untuk menerima keadaan, melainkan dididik untuk berani mengatakan tidak terhadap hal-hal nan melanggar pemisah mereka.
Anak wanita perlu didorong memperjuangkan haknya, serta menyadari mereka mempunyai kesempatan nan sama dalam beragam aspek kehidupan. Terlebih, undang-undang telah menjamin kewenangan dan tanggungjawab tersebut.
“Dididik untuk memperjuangkan hak-hak mereka, merasa kondusif di dalam rumahnya, merasa kondusif di lingkungannya, dan juga merasa bahwa mereka mempunyai kesempatan nan sama dalam segala hal,” ungkap Tri.
Tri menegaskan, pendidikan nan baik bagi anak-anak di Kabupaten Belu juga bakal mendukung program Indonesia Emas 2045. Anak-anak nan saat ini tetap bersekolah, khususnya di jenjang SMP dan SMA, bakal menjadi pemimpin nan diharapkan bisa memajukan daerah.
Terlebih, Kabupaten Belu merupakan garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) nan berbatasan dengan Timor Leste.
“Saya bertanggung jawab juga untuk datang di sini, lantaran memberikan semangat kepada semua kader PKK untuk bekerja keras, menjadikan Kabupaten Belu, menyiapkan anak-anak kita sumber daya manusia nan bakal terus meneruskan kelangsungan negara Republik Indonesia ini, terutama di perbatasan,” tandasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Belu Willybrodus Lay, Ketua TP PKK Kabupaten Belu Lidwina Viviawaty Ng Lay, serta jejeran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·