Pemerintah Indonesia menyambut kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Iran dan menegaskan pentingnya menghormati kebebasan navigasi sebagai kewenangan nan dijamin norma internasional.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang saat press briefing di instansi Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/4).
Yvonne mengatakan Indonesia memandang gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran sebagai momentum positif untuk membuka ruang diplomasi dan mendorong deeskalasi konflik.
"Indonesia memandang momentum ini sebagai awal nan positif dan mendorong agar kesempatan alias momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian tenteram nan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Yvonne, Indonesia terus mendorong semua pihak menahan diri serta mengutamakan perbincangan dalam meredakan ketegangan.
"Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan penyelesaian konflik," tegasnya.
Ia menyampaikan Indonesia terus menekankan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan navigasi sesuai norma internasional, termasuk ketentuan dalam Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).
Hal tersebut berangkaian dengan laporan mengenai keberadaan ribuan pekerja maritim di sekitar Selat Hormuz, nan dinilai sebagai golongan rentan di tengah konflik.
"Indonesia juga terus menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan navigasi sebagai kewenangan nan dijamin oleh norma internasional termasuk konvensi PBB UNCLOS," kata Yvonne.
"Kebebasan navigasi merupakan kewenangan nan dijamin oleh norma internasional dan kudu dihormati oleh semua pihak," lanjutnya.
Selain itu, pemerintah terus memantau kondisi penduduk negara Indonesia, termasuk awak buah kapal (ABK), di area tersebut serta menjalin komunikasi untuk memastikan keselamatan mereka.
Sebelumnya, Iran memastikan bakal menjamin keamanan pelayaran nan melintasi Selat Hormuz, pada Rabu (8/4), selama 2 pekan mendatang. Presiden AS Donald Trump juga dilaporkan telah menerima 10 tuntutan Teheran sebagai syarat gencatan senjata.
Jeda bentrok ini bakal digunakan untuk berbincang dan bermusyawarah dengan AS mengenai bentrok nan tengah terjadi.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·