Sebanyak 720 penduduk negara Indonesia (WNI) tetap tertahan di Timur Tengah, dengan 281 di antaranya berada di Iran, di tengah situasi area nan belum sepenuhnya kondusif.
Plt Direktur Perlindungan WNI Keementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, mengatakan ratusan WNI tersebut tertahan akibat disrupsi penerbangan di beragam wilayah.
"Saat ini terdapat 720 WNI nan tertahan lantaran disrupsi penerbangan di beragam wilayah di Timur Tengah dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke tanah air," kata Heni dalam press briefing Kemlu di Jakarta, Rabu (8/4).
Ia menambahkan, perwakilan RI di area terus melakukan pemantauan ketat serta koordinasi untuk memastikan kepulangan WNI melangkah aman.
Heni menyebut, secara unik terdapat sekitar 281 WNI nan berada di Iran, baik nan menetap maupun non-residen.
"Saat ini tetap tercatat total sekitar 281 orang WNI nan berada di wilayah Iran, 35 orang di antaranya adalah ABK nan berada di kapal-kapal nan di pesisir Iran," ujarnya.
Kemlu juga terus mematangkan rencana pemindahan lanjutan dengan menghubungi WNI nan siap dipindahkan ke letak lebih aman.
"Rencana pemindahan ini terus disesuaikan dengan kondisi terkini dan situasi di lapangan, mengingat perlu dipastikan bahwa pergerakan para WNI tersebut juga dilakukan melalui rute-rute nan aman," kata Heni.
Kemlu mengupayakan keamanan para WNI terjamin, baik pada saat menuju titik kumpul maupun pergerakan menuju titik destinasi pemindahan di negara lain hingga kembali ke Indonesia dengan selamat.
Upaya ini dilakukan di tengah ketidakpastian situasi keamanan di kawasan, sejak Iran menghadapi serangan AS-Israel pada 28 Februari dan serangan jawaban dilancarkan Iran hingga bentrok meluas di area Teluk.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·