Keluarga di Tangsel 'Terpenjara' di Rumah Sendiri Usai Ormas Tembok Akses Jalan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Yaya Mulyana (68), penduduk Jalan Murjaya, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sekarang "terpenjara" di dalam rumahnya pada Kamis (23/4/2026). Foto: Dok. kumparan

Yaya Mulyana (68), penduduk Jalan Murjaya, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sekarang 'terpenjara' di dalam rumahnya.

Rumahnya ditembok oleh sekelompok orang nan mengaku dari organisasi masyarakat (ormas). Tembok setinggi kurang lebih 1,5 meter itu berdiri tepat di akses jalan masuk menuju rumah nan berada di pojokan itu.

Sengketa Lahan

Yaya menceritakan bahwa dia awalnya membeli rumah tersebut sekitar tahun 2019 secara mencicil. Saat itu, nominal nan disepakati sebesar Rp 1 miliar.

Namun janji jual-beli itu tanpa adanya akta resmi hanya ada bukti-bukti pembayaran cicilan. Hal ini dilakukan lantaran antara dia dan penjual sudah kenal dekat, sehingga Yaya percaya saja.

Menurutnya saat membeli tahun 2019 itu sertifikat tetap menyatu dengan sejumlah gedung nan dimiliki penjual.

"Sertifikat belum ada saat beli, tetap menyatu dengan rumah nan lain, sesuai pembicaraan mau dipecah sertifikat," ucapnya.

Pada 2022, Yaya mengaku mau melunasi seluruh sisa pembayaran. Namun sebelum itu, dia mau memandang status kejelasan tanah tersebut dan meminta sertifikat dibalik nama.

Hingga 2026 Yaya mengaku sudah mengangsur rumah tersebut sekitar 84 persen dengan total duit mencapai Rp 840 juta. Namun kembali nama sertifikat tak kunjung dilakukan.

"Namun dari hari ke hari itu tak kunjung tiba, apalagi kami sangat susah untuk melakukan penyelesaian ini sehingga masalah ini terkatung-katung hingga 2026," kata Yaya kepada wartawan, Kamis (23/4).

"Masalah ini simpel sekali sebetulnya. Ada bukti sertifikat, kami lunasi," imbuhnya.

Hingga akhirnya pada 2026, bentrok semakin menjadi. Sejumlah orang nan mengaku dari ormas mendatangi rumah Yaya. Mereka meminta Yaya mengosongkan rumahnya. Bahkan akses rumah Yaya ditembok.

"Kami sangat dikejutkan dengan kehadiran golongan masyarakat nan menamakan dirinya sebagai ormas itu menggeruduk tempat kami dan mengeluarkan barang-barang kami," ungkapnya.

Saat ormas menggeruduk rumah Yaya Mulyana. Foto: Dok. kumparan

Akibat adanya tembok itu, Yaya mengaku merasa terisolasi. Pasalnya, keluarganya susah keluar-masuk untuk beraktivitas sehari-hari.

"Jelas terganggu, jelas. Mobil tidak bisa keluar sehingga kami kudu menggunakan omprengan, mobil juga ini untuk aktivitas kerja tidak bisa, tidak bisa sama sekali keluar," tuturnya.

Untuk sementara waktu, dia mengaku bakal menumpang di rumah saudaranya sembari menunggu kejadian nan telah dilaporkan ke polisi itu dapat terselesaikan.

"Justru ini sementara saya numpang di rumah saudara. Adapun dalam waktu dekat, jika barang-barang sudah saya packing, saya mau ngontrak," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan