Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan resmi ke Jepang pada akhir Maret lampau untuk memperkuat hubungan bilateral. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo melakukan pertemuan krusial dengan Perdana Menteri (PM) wanita pertama Jepang, Takaichi Sanae.
Charge de Affairs Kedubes Jepang Jakarta, Mitsuru Myochin, menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi momen krusial bagi kedua negara. Keduanya sepakat untuk menindaklanjuti peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif nan telah dimulai sejak tahun 2023.
"PM Takaichi menyatakan harapannya agar Jepang dan Indonesia menjadikan area ini lebih kuat dan sejahtera bersama. Sebagai imbalannya, Presiden Prabowo menyatakan keinginannya untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif," ujar Myochin di Jakarta, Kamis (23/04/2026).
Salah satu poin utama nan dibahas adalah support finansial dari pemerintah Jepang untuk memperbaiki suasana investasi di Indonesia. Kedua pemimpin sepakat bahwa penguatan ekonomi kudu melangkah beriringan dengan perbaikan lingkungan upaya bagi penanammodal kedua negara.
Selain itu, Jepang dan Indonesia juga mengonfirmasi kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor industri. Fokus utama dari pengembangan ini adalah peningkatan kapabilitas di bagian kepintaran buatan (AI) nan sedang berkembang pesat.
"Kedua pemimpin juga mengonfirmasi bahwa kedua negara bekerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia industri termasuk di bagian AI. Ini adalah refleksi dari kemauan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemitraan ini," kata Myochin.
Kerja sama maritim juga menjadi sorotan, di mana PM Takaichi berkomitmen mempromosikan industri perikanan Indonesia. Prabowo menyampaikan apresiasinya atas support Jepang dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional selama ini.
Di sisi lain, rumor penanggulangan musibah menjadi agenda nan tidak terlewatkan dalam obrolan tersebut. Mengingat kedua negara berada di area rawan bencana, teknologi satelit Jepang bakal dikerahkan untuk pencegahan banjir di Indonesia.
"Takaichi menyatakan niatnya untuk bekerja sama dalam langkah-langkah pengendalian banjir dan pencegahan musibah dengan menggunakan teknologi satelit Jepang. Jepang mempunyai teknologi dan pengetahuan sehubungan dengan manajemen bencana," tuturnya.
(tps/tps)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·