Dirut KAI: 6-7 orang tetap terjebak di dalam gerbong KRL.
, JAKARTA, – Insiden kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam, mengakibatkan enam hingga tujuh penumpang terjebak di dalam gerbong dan empat orang meninggal dunia. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengonfirmasi perihal ini pada Selasa awal hari.
Insiden tersebut terjadi ketika kedua kereta mengalami tabrakan, nan juga menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka. Bobby menjelaskan bahwa korban nan terjebak tetap dalam kondisi terperangkap, memerlukan pemindahan mekanik dengan perangkat berat dan pemotongan rangkaian untuk mempercepat penyelamatan.
KAI telah mengambil langkah dengan memotong sebagian rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan menarik gerbong ke arah Bekasi untuk memudahkan akses evakuasi. Di lapangan, tim penyelamat memberikan support oksigen dan pertolongan darurat lainnya kepada korban nan tetap terjebak.
Hingga pukul 01.00 WIB awal hari, tercatat empat penumpang KRL meninggal bumi akibat tumbukan dalam kejadian itu. Sementara, sebanyak 71 korban lainnya tengah menjalani observasi dan perawatan di sejumlah rumah sakit, dengan koordinasi intensif dari KAI berbareng tenaga medis untuk mempercepat pemulihan.
Masinis dilaporkan selamat dan sudah berada di luar rangkaian kereta. Namun, beberapa petugas dan penumpang kereta jarak jauh juga mengalami luka-luka akibat benturan. Bobby menyebut kejadian ini diduga dipicu oleh temperan dengan kendaraan di perlintasan sebidang nan mempengaruhi sistem operasional di wilayah Bekasi Timur.
Untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, KAI menyerahkan investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar hasilnya dapat menjadi dasar pertimbangan perbaikan ke depan.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·