Joko Anwar Izinkan UMKM Jual Merchandise Film Ghost in the Cell Tanpa Royalti

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Konferensi Pers Perilisan Trailer Film Ghost In The Cell di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Film terbarunya Joko Anwar, Ghost in the Cell, sudah tayang di bioskop mulai hari ini. Nah, sehari sebelum penayangannya, Joko menyampaikan berita ceria buat para pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Joko Anwar mengatakan, para pelaku UMKM nan mau membikin dan menjual merchandise Ghost in the Cell boleh menggunakan aset dan brand identity movie tersebut secara cuma-cuma.

“Teman-teman UMKM nan mau membikin dan menjual merchandise dari Ghost in the Cell dipersilakan menggunakan asset dan brand identity Ghost in the Cell secara cuma-cuma dan bebas royalti untuk keperluan komersial skala UMKM,” tulis Joko.

Kepada para pelaku UMKM, Joko menyatakan, link aset resmi tersedia di profile miliknya. “Terima kasih sudah ikut merayakan movie ini,” tulisnya.

Sutradara, Joko Anwar. Foto: Getty Images

Joko Anwar soal Poster Film Ghost in the Cell

Film Ghost in the Cell menyajikan aliran seram komedi. Film ini berlatar di Lapas Labuhan Angsana. Diceritakan bahwa para narapidana di sana terpaksa berasosiasi melawan teror hantu pemangsa daya negatif nan membunuh mereka satu per satu secara mengerikan.

Di sisi lain poster movie Ghost in the Cell sempat menjadi pembicaraan lantaran tampilannya nan enggak biasa. Visual 'bolong-bolong' nan ditampilkan membikin sebagian orang merasa enggak nyaman, terutama bagi mereka nan punya trypophobia.

Menanggapi perihal itu, Joko mengatakan bahwa dia dan produser movie Ghost in the Cell, Tia Hasibuan, merupakan penderita trypophobia akut.

instagram embed

Visual 'bolong-bolong' nan ditampilkan enggak hanya lubang kosong. Di dalamnya terdapat komponen lain nan jadi simbol krusial dalam cerita.

“Kalau teman-teman lihat, itu enggak bolong-bolong tapi ada isinya. Isinya itu seperti kembang seroja,” tutur Joko.

Menurut Joko, komponen tersebut merepresentasikan angan di tengah kondisi nan gelap. Meski movie Ghost in the Cell menampilkan sisi terburuk manusia, tetap ada pesan optimisme nan mau disampaikan kepada penonton.

“Jadi itu adalah hope. Jadi kita mau semua nan ada di movie ini menunjukkan ada arti,” ucap Joko.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan