Jelang Kedatangan Jemaah RI, Petugas Haji Bandara Diminta Fokus Beri Pelayanan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir (berpeci), memberikan pengarahan kepada petugas haji Daker Bandara. Foto: MCH

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan pentingnya peran petugas dalam memberikan rasa kondusif dan pelayanan nan prima kepada jemaah haji Indonesia setibanya di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada petugas di Madinah, Minggu (19/4)

“Keberadaan kita krusial untuk jemaah haji, terutama untuk memberikan rasa kondusif dan tenang. Kita merupakan petugas pertama nan dilihat jemaah saat tiba di airport sehingga kita kudu memberikan kesan terbaik,” ujar Abdul Basir.

Ia menekankan, seluruh petugas kudu memahami dan menghormati izin otoritas setempat, namun tetap dituntut elastis dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Ada beberapa perihal nan memang kudu kita fleksibel. Namun prinsipnya, kita tetap mengikuti ketentuan otoritas bandara. Tujuan kita sama memberikan pelayanan dan penghormatan kepada duyufurrahman,” lanjutnya.

Abdul Basir juga menyoroti pentingnya kecepatan layanan, terutama pada proses fast track nan sekarang menjadi konsentrasi utama.

"Layanan di fast track sangat cepat, waktu cukup ketat, tapi info kita juga kudu akurat. Jadi kita dituntut untuk memberikan jasa nan ekstra sigap dan tepat,” jelasnya.

Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: hikrcn/Shutterstock

Ia mengingatkan bahwa satu golongan terbang (kloter) dapat tersebar di dua hingga tiga hotel, sehingga koordinasi info dengan Daker Madinah menjadi krusial.

“Yang perlu diperhatikan, satu kloter bisa beda dua sampai tiga hotel. Maka kita kudu aktif koordinasi info akomodasi ke Daker Madinah,” katanya.

Untuk mendukung mobilitas jemaah lansia dan disabilitas, tersedia akomodasi seperti mobil golf, payung, dan bangku roda.

“Mobil golf sudah ada di terminal haji. Untuk fast track, kita butuh payung dan bangku roda nan cukup,” tambahnya.

Adapun penugasan di airport Madinah dibagi ke dalam empat titik utama, ialah terminal haji, area fast track, gate internasional, dan terminal zero.

“Penugasan ada di empat titik, dengan konsentrasi terbesar di fast track, lantaran sekitar sekitar 90 ribu jemaah kita turun di Mecca Route, ialah jemaah dari embarkasi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar,” ucapnya.

Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: paddooss/Shutterstock

Abdul mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga kekompakan, disiplin, dan niat pelayanan selama bertugas.

“Layani jemaah dengan sepenuh hati, jaga koordinasi, dan tetap solid di lapangan. Kita datang di sini untuk memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik sejak pertama kali tiba di Arab Saudi,” tutupnya.

Tahun ini, jemaah haji asal Indonesia nan bakal beragama di Tanah Suci berjumlah 221 ribu orang. Pemberangkatan pertama jemaah dari Indonesia menuju Saudi dilaksanakan pada 22 April 2026.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan