Perundingan tenteram antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sempat terhenti. Kini, Iran telah mengirimkan proposal terbaru kepada Pakistan selaku mediator untuk melanjutkan negosiasi.
"Republik Islam Iran menyerahkan teks proposal negosiasi terbarunya kepada Pakistan, sebagai mediator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, pada Kamis malam," demikian dilaporkan instansi buletin Iran, IRNA, dilansir AFP, Jumat (1/5).
Namun demikian, belum diungkap apa isi proposal tersebut.
Terkait proposal ini, Presiden AS Donald Trump mengaku tak puas dengan isinya. Dia menilai, perundingan tenteram tetap buntu meski gencatan senjata sudah berjalan selama beberapa pekan.
"Saat ini saya tidak puas dengan apa nan mereka tawarkan," kata Trump.
Dia menyalahkan kebuntuan perundingan tersebut lantaran adanya perselisihan di dalam kepemimpinan Iran.
"Apakah kita mau langsung menghancurkan mereka dan menghabisi mereka selamanya -- alias kita mau mencoba membikin kesepakatan?" ujar Trump.
Trump mengeklaim lebih mengedepankan kesepakatan dibanding menghancurkan Iran atas dasar kemanusiaan.
Adapun perang AS-Israel melawan Iran terjadi sejak 28 Februari lalu. Perundingan sempat diadakan dan menghasilkan kesepakatan gencatan senjata mulai 8 April.
Namun meski gencatan senjata berlaku, Iran tetap melakukan blokade di Selat Hormuz. Saat bersamaan, AS juga melakukan blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·