Sebuah video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT-ITB) nan membawakan lagu “Erika” pada 2020 kembali beredar. Video tersebut viral di media sosial dan menuai kritik lantaran liriknya dinilai terlalu vulgar serta mengandung unsur nan merendahkan perempuan.
Lagu “Erika” sendiri diketahui merupakan lagu lama nan telah ada sejak 1980-an dan menjadi bagian dari OSD, unit aktivitas di bawah HMT-ITB nan telah berdiri sejak 1970-an.
Namun, di tengah perubahan norma sosial nan semakin menekankan kesetaraan kelamin dan penghormatan terhadap martabat individu, konten lagu tersebut dinilai tidak lagi relevan dan berpotensi menimbulkan akibat negatif.
Kondisi tersebut memicu reaksi publik nan mendorong pihak HMT-ITB untuk segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah penanganan.
HMT ITB menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik menyusul polemik beredarnya lagu berjudul “Erika” nan dinilai menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan perempuan.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan HMT-ITB pada Rabu (15/4/2026) sebagai respons atas kritik nan muncul di masyarakat dan media sosial mengenai konten lagu nan dianggap tidak sesuai dengan norma kesusilaan.
Dalam pernyataannya, HMT-ITB mengakui adanya kelalaian dalam menampilkan lagu tersebut di tengah perkembangan nilai sosial nan semakin sensitif terhadap rumor kesetaraan dan penghormatan terhadap individu.
“Kami menyampaikan permohonan maaf nan sebesar-besarnya atas beredarnya lagu nan menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami sensitivitas rumor ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” tulis HMT-ITB dalam pernyataan resminya.
HMT-ITB secara tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai nan semestinya dijunjung di lingkungan akademik.
“Kami mengakui bahwa konten tersebut tidak mencerminkan nilai nan semestinya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. Kami tidak membenarkan segala corak tindakan nan merendahkan martabat perseorangan alias golongan mana pun,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB menyatakan telah berkoordinasi dengan beragam pihak untuk menarik seluruh konten mengenai dari ruang publik.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak mengenai untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta melakukan penghapusan dari akun-akun perseorangan nan terafiliasi, termasuk video tahun 2020 nan beredar di masyarakat,” tulisnya.
Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut juga melakukan pertimbangan internal secara menyeluruh terhadap aktivitas dan konten nan ditampilkan.
Evaluasi ini mencakup peninjauan ulang terhadap standar aktivitas organisasi agar lebih selaras dengan nilai etika dan norma nan bertindak di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
HMT-ITB menegaskan komitmennya untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan pembelajaran agar ke depan lebih berhati-hati dalam menyajikan konten publik.
Organisasi tersebut juga berjanji bakal meningkatkan pengawasan terhadap setiap aktivitas agar tidak menimbulkan kontroversi serupa.
Dengan langkah ini, HMT-ITB berambisi dapat memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai penghormatan terhadap martabat manusia tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kemahasiswaan.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·