Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menjelaskan soal gempar kemunculan kawanan lebah di ruas Tol Bali Mandara pada Minggu (19/4).
Fenomena tersebut disebut sebagai bagian dari perilaku alami serangga dalam proses perpindahan koloni.
"Berdasarkan hasil pemantauan awal serta laporan masyarakat telah terjadi pergerakan kawanan lebah dalam jumlah cukup besar di beberapa titik jalur tol. Fenomena ini merupakan kejadian alami nan berangkaian dengan perilaku biologis serangga, khususnya dalam proses perpindahan koloni," kata Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko dalam keterangannya.
Dipicu Perubahan Lingkungan
Ratna menjelaskan, secara ilmiah lebah merupakan serangga nan bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, termasuk cuaca.
Lebah juga tergolong hewan ektotermal, ialah suhu tubuhnya berjuntai pada kondisi lingkungan. Karena itu, perpindahan koloni dilakukan untuk mencari kediaman nan lebih sesuai.
"Fenomena perpindahan koloni bermaksud untuk mencari sarang nan baru. Lazim terjadi jika kediaman nan lama tidak lagi mendukung, terjadi perubahan kondisi lingkungan, koloni lebah berkembang dan memerlukan ruang nan baru," ujarnya.
Ia menambahkan, letak Tol Bali Mandara berdekatan dengan area Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai di Teluk Benoa, nan merupakan kediaman alami lebah.
"Tol Bali Mandara berada dekat dengan area Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai di Teluk Benoa nan memang kediaman alami serangga seperti lebah nan memanfaatkan nektar dari bunga-bunga mangrove," imbuh Ratna.
Menurut Ratna, kawanan lebah nan melintas tidak menunjukkan perilaku agresif. Hingga saat ini juga tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius.
"Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka serius akibat kejadian tersebut. Aktivitas lebah berkarakter sementara dan tidak menunjukkan perilaku garang secara masif. Kondisi lampau lintas tetap terkendali meskipun sempat terjadi perlambatan kendaraan," ucapnya.
BKSDA mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta menghindari tindakan nan dapat memicu agresivitas lebah.
"Masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak perlu cemas berlebihan," pungkas Ratna.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·