Jakarta, CNN Indonesia --
Eks pengajar UIN Malang, Imam Muslimin namalain Yai Mim, dilaporkan meninggal bumi saat hendak menjalani pemeriksaan di Mapolresta Malang Kota, Jawa Timur, Senin (13/4) siang.
Yai Mim--yang tetap berstatus tersangka kasus dugaan pelecehan seksual-pornografi, dan ditahan polisi--mengembuskan napas terakhirnya tepat saat bakal dibawa menuju ruang interogator Satreskrim sekitar pukul 13.45 WIB. Petugas lampau melarikan tahanan itu ke rumah sakit, namun Yai Mim tak tertolong.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Aji Prabowo menyampaikan proses visum et repertum jenazah Imam Muslimin tuntas dilakukan di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Berdasarkan hasil visum Tim Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSSA Kota Malang penyebab wafatnya Yai Mim adalah mengarah ke asfiksia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia," ujar Rahmad Aji Prabowo, Senin (13/4) petang seperti dikutip dari detikJatim.
CNNIndonesia.com merangkum referensi dari sejumlah situs pengetahuan kesehatan dan kedokteran termasuk laman Kemenkes soal Asfiksia.
Asfiksia adalah kondisi darurat gawat ketika tubuh korban kekurangan oksigen secara drastis, dan disertai penumpukan karbon dioksida. Kondisi itu berisiko menyebabkan penurunan kesadaran alias pingsan, kerusakan otak, hingga kematian jika tak segera ditangani.
Rahmad menerangkan setelah poses visum et repertum tuntas dilakukan petang tadi. Jenazah kemudian dibawa ke tempat asal Yai Mim di Kabupaten Blitar.
"Habis magrib selesai (visum), langsung dibawa ke Blitar untuk dimakamkan," kata Rahmad Aji.
"Permintaan family [untuk dibawa dan dimakamkan di Blitar]," sambungnya.
Kronologi kematian Yai Mim
Rahmad Aji menjelaskan interogator sebelumnya mengagendakan untuk melakukan pemeriksaan dengan status pelapor di Satreskrim Polresta Malang Kota pada Senin siang. Sebelumnya, Yai Mim telah berstatus sebagai tersangka dalam dugaan kasus pelecehan-pornografi, dan ditahan polisi sejak 19 Januari 2026.
"Yang berkepentingan sebagai pelapor perkara di Resmob," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengatakan sekitar pukul 13.45 WIB, Yai Mim mendadak ambruk saat baru saja keluar dari sel tahanan untuk menjalani pemeriksaan.
"Saat melangkah dibawa ke Satreskrim untuk diperiksa, Yai Mim tiba-tiba jatuh dan lemas. Petugas langsung membawa ke rumah sakit, tapi tidak tertolong," kata Lukman kepada awak media, Senin.
Pihak kepolisian segera melarikan Yai Mim ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, tim medis menyatakan nan berkepentingan telah meninggal bumi setibanya di rumah sakit.
Kepolisian menyatakan tidak ada indikasi gangguan kesehatan pada Yai Mim sebelum peristiwa terjadi. Pada pagi hari sebelum diperiksa, tim Sie Dokkes Polresta Malang Kota telah melakukan pengecekan rutin terhadap Yai Mim.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi nan berkepentingan dalam keadaan baik dengan tekanan darah normal 110/80, serta tidak mempunyai riwayat keluhan kesehatan selama masa penahanan," ucap Lukman.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·