Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 26 April 2026 |15:30 WIB

Harga Plastik Naik, Distribusi Beras SPHP Pakai Stok Kemasan Lama (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan elastisitas kebijakan dalam pengedaran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan memperbolehkan penggunaan bungkusan produksi tahun 2023 hingga 2025. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas lonjakan nilai bahan baku plastik nan berakibat pada proses pengadaan bungkusan baru.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, perubahan nilai dan kelangkaan bahan baku plastik telah menghalang proses lelang bungkusan oleh Perum Bulog. Untuk itu, langkah elastisitas ini dinilai krusial agar pengedaran beras SPHP tetap melangkah lancar.
"Mencermati kondisi saat ini, terutama mengenai kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan, perlu membuka ruang untuk elastisitas terhadap penggunaan bungkusan lama beras SPHP. Langkah ini krusial dilakukan untuk percepatan distribusi," kata Ketut, Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Meski demikian, Bapanas menegaskan bahwa penggunaan bungkusan lama kudu disertai penyesuaian info agar sesuai dengan kondisi terkini. Beberapa info nan wajib diperbarui antara lain Harga Eceran Tertinggi (HET), tanggal kedaluwarsa, serta keterangan lain nan relevan dengan produk di dalam kemasan.
Kendati demikian, Bapanas meminta Bulog untuk mengkondisikan info nan tertera pada bungkusan stok sebelum tahun 2026 tersebut agar sesuai dengan kondisi saat ini. Informasi krusial nan perlu diperhatikan kesesuaiannya antara lain Harga Eceran Tertinggi (HET), tanggal kedaluwarsa, dan info krusial lainnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·