Habiburokhman Puji Aksi BEM-IKM UI Gelar Audiensi Terbuka Pelecehan Seksual

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memberikan keterangan pers mengenai RUU Penyesuaian Pidana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/11/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman memuji BEM dan Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) nan langsung menggelar audiensi terbuka kasus pelecehan seksual dalam group chat dengan menghadirkan 16 orang terduga pelaku usai kasus itu ramai.

“Kami mengapresiasi BEM FH UI dan IKM FH UI nan merespons sigap kasus kekerasan seksual nan diduga melibatkan 16 mahasiswa FH UI dengan menggelar semacam RDPU di Aula FH UI secara terbuka,” ucap Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (15/4).

“Kami lihat para mahasiswi dan mahasiswa bisa berbincang tegas secara langsung dengan para terduga pelaku untuk mempertanyakan motif mereka,” tambahnya.

(kiri-kanan) Kuasa Hukum Korban KS Timotius Rajagukguk, Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra, Ketua BEM FH UI Anandaku Dimas Rumi menyampaikan keterangan pers mengenai kasus KS di lingkungan FH UI di Gedung Pusgiwa UI, Depok, Jabar, Selasa (14/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurut Habiburokhman, tindakan pelecehan seksual terjadi di banyak tempat, namun FH UI dapat menunjukkan cepatnya respons terhadap kasus nan terjadi.

“Fenomena adanya oknum nan melakukan pelanggaran bisa terjadi di mana saja, tapi respons lembaga BEM UI dan IKM FH UI sangat baik lantaran ‘RDPU’ mereka tersebut mengutamakan kecepatan, keterbukaan, dan ketegasan,” tutur Habiburokhman.

“Kami percaya kasus kekerasan seksual ini bisa diselesaikan dengan baik, dalam artian mereka nan bersalah dimintai pertanggungjawaban nan setimpal,” tandasnya.

Sebelumnya, audiensi terbuka itu digelar pada Senin (13/4) malam. Saat itu, ke-16 terduga pelaku di hadirkan ke hadapan mahasiswa-mahasiswa FH UI dan menyampaikan permohonan maaf mereka.

Dalam kasus ini, ke-16 terduga pelaku melakukan pelecehan seksual di dalam group chat internal di aplikasi Line mereka. Di dalamnya, mereka membahas hal-hal tak senonoh terhadap sesama mahasiswa hingga dosen.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan