Habib Aboe Tiba di MKD DPR, Bakal Diperiksa soal Pernyataan 'Ulama dan Narkoba'

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Habib Aboe Bakar Al Habsyi di Bravo11, Menteng, Jakarta, Rabu (18/10/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, tiba di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Jakarta, Selasa (14/4). Habib Aboe tiba sekitar pukul 12.15 WIB.

Setibanya di lokasi, dia tidak memberikan keterangan panjang kepada wartawan dan langsung melangkah masuk ke ruang MKD.

“Assalamu’alaikum,” ucap Habib Aboe singkat saat tiba di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Saat ditanya mengenai kehadirannya, dia mengaku hanya memenuhi undangan dari MKD.

“Enggak tahu, saya diundang aja,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi apakah pemanggilan tersebut mengenai penjelasan pernyataannya soal Madura, Habib Aboe tidak menjawab secara rinci.

“Insyaallah lancar semua ya,” katanya singkat sebelum masuk ke ruangan.

instagram embed

Pernyataan Habib Aboe

MKD memanggil Habib Aboe untuk diperiksa mengenai pernyataannya soal ustadz dan pesantren terlibat dalam pusaran narkoba di Madura.

Pernyataan itu Habib Aboe lontarkan saat rapat dengar pendapat berbareng Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, dan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, tentang RUU Narkotika dan Psikotropika di DPR, Selasa (7/4).

Saat itu, Habib Aboe meminta BNN dan Polri agar memperkuat kerja sama dengan wilayah untuk memberantas narkoba. Ia pun mencontohkan Madura, di mana menurutnya ada ustadz dan pesantren nan ikut terlibat upaya narkoba.

​“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ustadz sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek betul tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa?,” ucap Habib Aboe.

“Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” tambahnya.

kumparan post embed

Ia mengaku tak tendensius saat melontarkan pernyataan itu. Habib Aboe mengaku hanya merasa khawatir.

“Saya cemas nan bermain ya nan punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, alias pebisnis-pebisnis besar,” ucap Habib Aboe.

“Kita kudu pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya. Saya nggak sebutkan lah di mana-di mananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut, ya,” tambahnya.

Ia pun meminta temuannya ini menjadi perhatian BNN maupun Polri.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan