Golkar soal Demo di Kaltim: Rudy Tidak Anti Dialog

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia menanggapi tindakan demonstrasi dari Massa Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) nan mendesak audit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim. Doli mengatakan partainya selalu mengingatkan pentingnya mendengarkan aspirasi rakyat.

"Kami secara umum maupun informal sering melakukan komunikasi dan koordinasi. Pesan nan sering kami sampaikan adalah agar sebagai kepala wilayah kudu senantiasa dekat dan selalu mendengarkan aspirasi rakyat, jalankan pemerintahan secara baik, dengan memenuhi prinsip good governance dan clean government," kata Doli kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

"Hindari pembuatan kebijakan dan praktik-praktik pemerintahan nan di luar aturan, bangun merit system, dan jangan korupsi " sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Doli menilai penyelesaian persoalan sebaiknya ditempuh melalui dialog. Doli mengatakan setiap persoalan baiknya diselesaikan melalui komunikasi nan baik.

"Saya kira bakal jauh lebih baik melalui perbincangan dalam menyelesaikan setiap persoalan, apalagi persoalan nan menyangkut kepentingan rakyat, bangsa dan negara, termasuk di daerah," kata Doli.

Dia mengaku mengenal Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, sebagai sosok nan terbuka dan tak anti dialog. Sebab itu, Doli meyakini aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa, bisa disampaikan dengan langkah nan baik.

"Saya mengenal Saudara Rudy dengan baik. Orangnya low profile, berbaur dan tidak anti dialog," ungkapnya.

"Saya percaya beliau bersedia bicara baik-baik dengan siapa saja, termasuk adik-adik mahasiswa, jika ada aspirasi nan mau disampaikan. Saya menilai kericuhan belum tentu menyelesaikan persoalan. Bahkan mungkin dapat menimbulkan masalah baru," imbuh dia.

Sebelumnya, massa Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Aksi 21 April di gedung DPRD Kaltim dan instansi Gubernur Kaltim. Aksi nan mendesak audit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim ini diwarnai beragam dinamika.

Gelombang massa dari beragam komponen mahasiswa dan masyarakat mulai berdatangan memadati area depan instansi DPRD Kaltim sejak Selasa (21/4/2026) pagi. Massa awalnya memulai tindakan di gedung DPRD Kaltim dengan tindakan mahasiswa memanjat papan iklan besar untuk mencopot iklan bergambar Ketua dan personil DPRD Kaltim.

Respons Gubernur Kaltim

Gubernur Rudy Mas'ud akhirnya merespons tindakan itu melalui video di akun IG pribadinya dan Pemprov Kaltim. Rudy menyampaikan apresiasinya atas tindakan nan sudah berlangsung. Ia juga meminta seluruh komponen tetap menjadi kontrol sosial terhadap keahlian pemerintah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, TNI, Polri nan menjaga keamanan, situasi kondusif sampai berakhirnya penyampaian aspirasi di Bumi Etam," ujar Rudy seperti dalam video nan dilihat detikKalimantan, Rabu (22/4).

(amw/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News