Genjot Produksi Tebu-Kopi, Kementan Bakal Tebar Bibit Unggul ke Petani Rp 5,5 T

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,5 triliun untuk menggenjot produktivitas komoditas perkebunan strategis seperti tebu, kelapa, kopi, hingga kakao. Dengan anggaran ini, pemerintah berencana menyiapkan bibit alias bibit varietas taman unggulan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengatakan anggaran program peningkatan produktivitas untuk komoditas strategis ini sudah disiapkan dalam rencana multitahun 2025-2027. Di mana untuk tahun 2025 lalu, pemerintah sudah merealisasikan shopping sebesar Rp 2,5 triliun.

Kemudian untuk sepanjang 2026 ini sudah dianggarkan Rp 5,5 triliun, dan pada 2027 mendatang bakal dikucurkan biaya sebesar Rp 1,9 triliun. Sehingga total anggaran nan dikeluarkan untuk program multitahun ini mencapai Rp 9,9 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada anggaran Rp 9,9 triliun nan terbagi dalam tiga tahun. Tahun lampau Rp 2,5 triliun, tahun ini Rp 5,5 triliun, baru sisanya tahun depan. Ini kita perbaiki, apakah itu kopi, apakah itu kelapa, apakah itu kakao, termasuk kira-kira tebu di dalamnya," kata Sudaryono saat ditemui usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya pengadaan bibit alias bibit varietas taman unggulan ini menjadi sangat penting, karena hanya dengan menggunakan bibit unggulan saja hasil produk pertanian bisa naik sekitar 20-30%. Kondisi ini bertindak untuk nyaris semua komoditas unggulan seperti padi, jagung, tebu, apalagi hingga kepala sawit.

"Kita ngomongin semua varitas tanaman itu memang bibit bibit nan bagus itu udah pengaruhnya 20-30%. Jadi dengan perlakuan nan sama, asal benihnya bagus, mau padi, jagung, tebu, apapun itu asal benar, terstandar baik, termasuk kelapa sawit juga, maka produksinya itu bisa naik 20-30%," ujarnya.

"Kalau perlakuannya kan kurang lebih sama. Petani ini sudah mengerti kelola kopi, kelola kakao, kelola tebunya. Maka kan kita butuh betul-betul bibit nan terstandar, nan bagus," sambungnya.

Sebagai tambahan informasi, dalam situs resmi Kementerian Pertanian dilaporkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9,95 triliun secara multiyears 2025-2027 untuk peningkatan produktivitas dan pengembangan komoditas strategis seperti tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala dengan sasaran area seluas 870.890 hektare.

Pada tahun pertama penyelenggaraan di 2025 kemarin, pengembangan difokuskan pada 131.834 hektare lahan di beragam sentra perkebunan nasional. Dukungan pemerintah mencakup penyediaan bibit unggul, pupuk organik, serta support operasional pengolahan lahan dan penanaman.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyebut langkah untuk meningkatkan produksi sejumlah komoditas strategis merupakan tindak lanjut dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto dalam perihal hilirisasi sektor pertanian.

"Kementan mendorong pengembangan hilirisasi agar bisa menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ekonomi nasional," jelas Roni dalam keterangan di situs resmi Kementan.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance